Ekspansi Pabrik EV Proton Malaysia Mampu Produksi 42 Ribu Unit

Rabu, 03 Juni 2026 | 13:50:08 WIB
Pabrik Proton di Malaysia. (Sumber: NET)

JAKARTA - Merek mobil nasional milik Malaysia, Proton, secara resmi mengumumkan agenda ekspansi terkait kapasitas operasional pada pabrik khusus kendaraan listrik (EV) kepunyaannya yang berlokasi di Tanjung Malim, Malaysia.

Langkah strategis tersebut dinilai semakin mempertegas bahwa peta industri otomotif di negara mereka bergerak jauh lebih mapan jika disandingkan dengan kondisi di Indonesia.

Pihak Proton mengalokasikan suntikan dana investasi dengan nominal menyentuh RM37 juta atau setara dengan kisaran Rp 166 miliaran demi memperluas area fasilitas pabrik yang sejatinya baru berjalan selama sembilan bulan tersebut.

Fasilitas perakitan EV Proton yang pertama kali diluncurkan ke publik pada bulan September 2025 lalu itu awalnya dibangun dengan menggunakan modal investasi awal sebesar RM82 juta atau berkisar di angka Rp 370 miliaran.

Untuk saat ini, fasilitas pabrik tersebut dilaporkan memiliki modal kapasitas produksi di angka 20 ribu unit untuk per tahunnya.

Nantinya setelah seluruh rangkaian proses ekspansi selesai dirampungkan, volume kapasitas produksinya dipastikan bakal melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 42 ribu unit per tahun.

Langkah cepat untuk mempercepat proses ekspansi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penjualan dari unit Proton eMas 5 di pasaran.

Sepanjang periode Januari hingga April 2026, tipe model tersebut sukses membukukan angka pengiriman sebanyak 8.472 unit sekaligus menobatkannya sebagai mobil listrik paling laris di seantero Malaysia.

Guna mengakomodasi tingginya permintaan pasar sekaligus memangkas estimasi waktu pengiriman unit ke tangan konsumen, Proton juga bakal mengawali proses perakitan lokal untuk seri eMas 5 berdampingan dengan seri eMas 7 di dalam fasilitas pabrik tersebut.

Secara akumulatif, angka penjualan untuk lini kendaraan elektrifikasi Proton yang mencakup model eMas 5, eMas 7, serta varian eMas 7 PHEV sukses menyentuh angka 11.617 unit pada rentang caturwulan pertama tahun ini.

Torehan angka performa tersebut dilaporkan melonjak tajam hingga 329 persen jika dikomparasikan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun kemarin.

Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, mengutarakan bahwa tingginya permintaan dari konsumen telah berjalan melampaui estimasi target awal dari pihak korporasi, sehingga memicu percepatan agenda lokalisasi pada kapasitas produksi.

"Permintaan pelanggan telah melampaui proyeksi awal kami, dan ini telah mempercepat rencana kami untuk melokalisasi kapasitas produksi. Selain meningkatkan volume produksi, investasi ini juga mencerminkan komitmen Proton untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Malaysia," ujar Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, dikutip dari Paultan.

"Dengan memperluas aktivitas perakitan lokal, kami juga menciptakan peluang untuk pengembangan bakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasokan otomotif lokal seiring Malaysia bergerak menuju masa depan yang lebih terlistrikkan," kata dia menambahkan.

Di waktu yang bersamaan, negara Indonesia terhitung masih belum mempunyai merek mobil nasional (mobnas) yang secara utuh dikembangkan sekaligus diproduksi secara mandiri di dalam negeri.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan baru menetapkan target dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun ke depan sampai akhirnya tanah air benar-benar memiliki produk mobil utuh hasil rakitan anak bangsa.

Terkini