JAKARTA - Penyerang andalan tim nasional Norwegia, Erling Haaland, sukses melesakkan dua gol untuk membawa negaranya menumbangkan Brasil dengan skor tipis 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Haaland berhasil menjebol gawang lawan pada menit ke-76 dan menit ke-90, sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat eksekusi penalti di menit-menit akhir oleh Neymar yang pada akhirnya cuma menjadi gol pelipur lara bagi Selecao di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin WIB.
Hasil akhir laga ini seakan mengulang kembali memori kemenangan Norwegia pada babak penyisihan grup Piala Dunia 1998 silam, namun kali ini pencapaian Haaland dan rekan-rekannya terasa jauh lebih bernilai lantaran menjadi momen perdana bagi mereka berhasil menembus babak perempat final turnamen Piala Dunia.
Di sisi lain, Brasil dipaksa memperpanjang masa puasa gelar juara dunia mereka yang terakhir kali direngguh pada tahun 2002 yang lalu, karena harus kembali angkat koper lebih awal setelah sebelumnya juga terdepak di fase perempat final pada edisi 2018 dan 2022.
Norwegia dijadwalkan akan bertanding dalam laga perempat final mereka di Atlanta pada hari Sabtu (11/7) waktu setempat, sembari menunggu tim pemenang dari pertandingan babak 16 besar lainnya antara Meksiko melawan Inggris yang baru bergulir setelahnya di Azteca, Mexico City, Senin pagi WIB.
Berkat torehan dua gol tersebut, Haaland kini sejajar dengan dua megabintang dunia, Lionel Messi dari Argentina dan Kylian Mbappe dari Prancis, dalam persaingan memperebutkan penghargaan sepatu emas.
Ketiga pemain top tersebut sejauh ini telah sama-sama mengemas total tujuh gol sepanjang turnamen.
Meski Haaland memperlihatkan ketajaman yang konsisten di sektor lini depan, juru taktik Stale Solbakken beserta seluruh pendukung timnas Norwegia juga layak memberikan apresiasi tinggi kepada penjaga gawang Orjan Nyland yang tampil luar biasa sepanjang laga menghadapi Brasil.
Usai gol kilat Norwegia melalui aksi Patrick Berg di menit ketiga dianulir oleh teknologi VAR akibat Alexander Sorloth dinyatakan offside dalam skema serangan, Brasil mendapatkan peluang emas untuk memimpin jalannya laga saat wasit Ismail Elfath menunjuk titik putih di menit ke-12 setelah memeriksa tayangan ulang VAR atas pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha di area terlarang.
Akan tetapi, Nyland tampil begitu tenang serta cermat dalam menebak arah bidikan tendangan penalti Bruno Guimaraes sehingga mampu memblok bola sekaligus menggagalkan kans Brasil untuk memimpin.
Nyland juga berhasil melakukan dua aksi penyelamatan krusial lain pada babak pertama guna mementahkan peluang emas Brasil yang dilancarkan oleh Gabriel Martinelli dan Vinicius Junior.
Sebaliknya, serangan balik dari kubu Norwegia lewat kaki Haaland dan sang kapten Martin Odegaard masih belum berhasil meruntuhkan ketangguhan kiper Alisson Becker, yang membuat kedua tim harus turun minum dengan skor kacamata.
Memasuki paruh kedua pertandingan berjalan tidak kalah sengit, di mana kedua kesebelasan saling bergantian melepaskan serangan namun kebuntuan masih belum terpecahkan.
Carlo Ancelotti mencoba mencari solusi dengan memasukkan penyerang muda Endrick untuk menggantikan posisi Matheus Cunha pada menit ke-58.
Keputusan pergantian pemain tersebut memberikan dampak yang cukup nyata, sebab Endrick langsung mendapatkan peluang matang semenit pasca memasuki lapangan setelah menerima sodoran bola dari Vinicius Junior, meski sayangnya sentuhan bola keduanya masih terlampau dekat dengan posisi Nyland yang sigap menangkap bola.
Kebuntuan laga pada akhirnya pecah di menit ke-79 ketika Haaland mempertontonkan insting golnya dengan menanduk bola hasil umpan silang Andreas Schjelderup walaupun berada di bawah pengawalan ketat Gabriel Magalhaes.
Bola hasil sundulannya sempat memantul ke permukaan tanah terlebih dahulu sebelum akhirnya bersarang ke dalam gawang Alisson dan merubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Norwegia.
Brasil hampir saja menyamakan kedudukan dua menit menjelang berakhirnya waktu normal saat bola hasil tendangan Endrick berbelok arah dan melambung ke arah pojok kanan atas gawang akibat membentur badan Ajer, namun Nyland kembali menunjukkan kesigapannya dengan melakukan penyelamatan luar biasa.
Tepat pada menit pamungkas waktu normal, Norwegia justru sukses memperlebar keunggulan mereka saat Haaland mendapat umpan matang di dalam kotak penalti dan menuntaskannya lewat sepakan menyusur tanah yang akurat ke pojok tiang jauh gawang Brasil, tanpa bisa dijangkau oleh Alisson.
Kondisi tertinggal dua gol membuat skuad Brasil frustrasi, hingga emosi para pemain menjadi mudah tersulut oleh riak-riak kecil yang sempat menghentikan jalannya laga pada masa tambahan waktu.
Di menit ke-10 injury time, Brasil kembali mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran dari Leo Ostigaard yang kedapatan menyikut Casemiro dalam perebutan bola udara di area kotak terlarang Norwegia.
Kali ini Neymar, yang masuk bermain sejak menit ke-67 menggantikan Martinelli, maju mengambil tugas sebagai eksekutor penalti dan berhasil memenangi duel mental melawan Nyland untuk melesakkan bola ke dalam jala gawang.
Akan tetapi, gol balasan tersebut sudah sangat terlambat, karena sesaat setelah itu wasit Elfath langsung meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, sekaligus mengunci langkah Norwegia ke babak perempat final lewat kemenangan dramatis 2-1 atas Brasil.