Pabrik BYD di Subang Kebakaran, Begini Penjelasan Resmi Manajemen

Jumat, 05 Juni 2026 | 13:05:58 WIB
Pabrik BYD di Subang kebakaran diduga akibat puntung rokok yang masih menyala.(Sumber:NET)

JAKARTA - Fasilitas pabrik milik BYD yang berlokasi di Subang dilaporkan mengalami insiden kebakaran.

Berikut ini merupakan keterangan resmi dari pihak BYD guna merespons peristiwa kebakaran tersebut.

Kabar mengenai terbakarnya pabrik BYD di Subang saat ini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, api diduga tersulut akibat adanya puntung rokok yang belum sepenuhnya padam. 

Pihak BYD pun membenarkan terjadinya insiden kebakaran di area pabrik Subang, tepatnya menimpa salah satu bangunan yang statusnya masih dalam proses konstruksi.

"Insiden tersebut berupa kebakaran kecil yang terjadi pada bagian atap bangunan dan menyebabkan munculnya asap," ujar Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan saat dihubungi detikOto, Jumat (5/6/2026).

Hingga saat ini, manajemen BYD masih terus melakukan pemeriksaan mendalam demi mengungkap penyebab pasti dari kebakaran itu. Beruntung, peristiwa ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Situasi telah berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Penyebab insiden masih dalam proses investigasi. Sementara itu, kami telah menginstruksikan kontraktor untuk semakin memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek," sambung Luther.

Sebagai informasi, progres pembangunan pabrik BYD di Subang sendiri saat ini sebenarnya sudah masuk ke dalam tahap finalisasi. 

Meski demikian, manajemen belum dapat memastikan tanggal pasti kapan fasilitas pabrik ini akan mulai beroperasi secara total.

Luther sebelumnya sempat menyampaikan bahwa masih ada sejumlah proses finalisasi yang wajib diselesaikan agar benar-benar selaras dengan standar global yang ditetapkan BYD.

Selain berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, BYD juga sedang menyelesaikan tahap akhir terkait kesiapan pada lini produksi mereka. 

Luther menegaskan bahwa perusahaan memilih untuk tidak terburu-buru sebab mereka harus memastikan kendaraan yang diproduksi nantinya benar-benar memenuhi standar kualitas global dari BYD.

Di sisi lain, BYD sebenarnya berharap agar pabrik ini bisa segera beroperasi secara aktif. Hal ini mengingat nilai investasi yang digelontorkan untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia tersebut tergolong sangat besar. 

Ditambah lagi, keberadaan pabrik lokal dinilai sangat krusial untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat.

Pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini, pada awalnya diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit per tahun. 

Fasilitas manufaktur ini sekaligus menjadi tonggak utama bagi komitmen BYD dalam melakukan perakitan mobil listrik secara lokal di Indonesia.

Terkini