ChatGPT Luncurkan Lockdown Mode, Amankan Data dari Kebocoran AI

Senin, 08 Juni 2026 | 09:54:13 WIB
Induk ChatGPT, OpenAI resmi merilis SearchGPT, layanan mesin pencari. (Sumber:NET)

JAKARTA - OpenAI secara resmi merilis opsi proteksi terbaru bernama Lockdown Mode untuk chatbot ChatGPT pada Minggu (7/6/2026).

Opsi ini dihadirkan guna membentengi para pengguna dari risiko kebocoran data akibat serangan siber bertenaga kecerdasan buatan (AI), seperti prompt injection.

Serangan prompt injection merupakan metode peretasan yang menyisipkan perintah tersembunyi ke dalam dokumen, situs, atau basis data yang diproses oleh sistem AI.

Aksi ilegal ini dapat merusak kinerja AI, bahkan dalam kondisi tertentu berisiko disalahgunakan untuk meretas atau membocorkan informasi rahasia.

Mengenai mekanisme operasinya, Lockdown Mode menyaring akses dengan membatasi berbagai fungsi ChatGPT yang terhubung langsung ke internet maupun platform eksternal.

Salah satu fungsi yang terdampak adalah kemampuan penjelajahan web secara langsung (live web browsing).

Ketika mode keamanan ini aktif, ChatGPT hanya diizinkan mengakses data yang tersimpan dalam cache, sehingga hasil penelusuran menjadi terbatas, kosong, atau kurang aktual.

Pembatasan ini juga diterapkan pada elemen visual seperti pemuatan gambar.

ChatGPT bakal memblokir tampilan gambar yang bersumber dari situs eksternal di dalam ruang obrolan standar.

Kendati demikian, pemilik akun masih tetap dapat mengirimkan file gambar serta mengoperasikan menu pembuatan gambar (image generation) bawaan mereka.

Selain itu, fungsionalitas tingkat lanjut seperti Deep Research dan Agent Mode, termasuk fitur Canvas serta pengunduhan dokumen, akan dinonaktifkan sepenuhnya sepanjang Lockdown Mode berjalan.

Lantas, apa saja opsi pemrograman yang tetap berfungsi normal selama Lockdown Mode menyala?

Menurut penjelasan resmi OpenAI, Lockdown Mode sama sekali tidak memengaruhi kinerja fitur Memory, pengiriman berkas, opsi berbagi percakapan, hingga pengaturan pemakaian data obrolan untuk pelatihan model AI.

Sistem keamanan baru ini juga dipastikan tidak memberikan pengaruh pada akses jaringan dalam Codex, yakni platform pemrograman AI milik OpenAI.

Kendati dirancang untuk menangkal serangan siber, pihak OpenAI memberikan catatan bahwa Lockdown Mode tidak menjamin proteksi total terhadap seluruh jenis prompt injection.

Hal itu dikarenakan gangguan siber ini bisa saja terselubung di dalam berkas atau dokumen yang diunggah, maupun materi web yang sempat dibuka pengguna lalu tersimpan di riwayat obrolan ChatGPT sebelum fitur pengunci diaktifkan.

Manajemen OpenAI menyatakan bahwa distribusi Lockdown Mode sudah mulai digulirkan bagi akun ChatGPT perorangan yang masuk kualifikasi, meliputi paket Free, Go, Plus, dan Pro, beserta akun ChatGPT Business berbasis self-service.

Bagi konsumen yang telah mendapatkan pembaruan, sistem pengaman ini dapat diaktifkan melalui menu Settings > Security > Advanced Security > Lockdown Mode.

Perlu dicatat pula bahwa kinerja Lockdown Mode tidak dapat berjalan bersamaan dengan Developer Mode.

Begitu opsi Lockdown Mode ini dihidupkan, maka Developer Mode akan otomatis nonaktif, dan hal yang sama berlaku untuk kondisi sebaliknya.

Bila menghadapi kebutuhan tertentu, pengguna juga diperbolehkan menonaktifkan fitur pengunci ini khusus pada satu ruang percakapan saja tanpa perlu mematikan sistem keamanan secara global di akun mereka.

Pihak pengembang menekankan bahwa fungsionalitas Lockdown Mode ini tidak menyasar seluruh lapisan pengguna.

Layanan proteksi ini diprioritaskan bagi individu ataupun korporasi yang memegang data krusial serta memerlukan standardisasi keamanan ekstra tinggi sewaktu mengoperasikan platform AI.

Terkini