Siap Guncang Jakarta, Ini Tren Olahraga Kebugaran Populer Hyrox

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:44:57 WIB
Mengenal Hyrox, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Functional Fitness.(Sumber:NET)

JAKARTA - Di tengah maraknya tren aktivitas olahraga yang berbasis komunitas, Hyrox hadir menjadi salah satu fenomena kebugaran dengan pertumbuhan paling cepat di dunia.

Pergelaran yang memadukan aktivitas lari dan latihan kekuatan ini berhasil memikat jutaan kontestan dari berbagai kelompok umur dan tingkat kebugaran, dari atlet kawakan hingga masyarakat umum yang ingin menantang batas kemampuan diri sendiri.

Salah satu peserta kompetisi Hyrox bernama Jessica Thompson (39), telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berlatih demi mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan kebugaran tersebut.

Setelah berhasil bertahan hidup dari peristiwa kecelakaan mobil yang menimpanya hampir dua dekade lalu, ia mengalami keterbatasan mobilitas pada lengan kirinya serta hambatan dalam menjaga keseimbangan badan.

Walau memiliki keterbatasan, ia tetap sangat menyukai sebuah tantangan.

Dan saat ia berhasil menyelesaikan perlombaan tersebut, dirinya langsung disambut hangat oleh riuh sorak sorai dari para penonton.

“Saya terbiasa diberitahu semua hal yang tidak bisa saya lakukan, bahwa saya bisa melakukan Hyrox, adalah perubahan hidup," kata wanita dari Atlanta, Amerika Serikat ini.

Ketenaran dari Hyrox ini tentunya tidak meroket tanpa adanya alasan.

Sejak pertama kali diluncurkan di Jerman pada tahun 2017 silam, turnamen ini menawarkan sebuah konsep yang tergolong sederhana namun tetap penuh tantangan: tiap kontestan berkewajiban menyelesaikan delapan putaran lari yang masing-masing berjarak satu kilometer dengan diselingi oleh variasi latihan fungsional, seperti mendorong serta menarik sled, burpee broad jump, hingga membawa beban yang berat.

Skema perlombaan tersebut membuat Hyrox dirasa jauh lebih gampang untuk diikuti jika dibandingkan dengan kejuaraan ketahanan fisik lainnya seperti maraton, triathlon, ataupun balapan halang rintang yang memerlukan persiapan khusus serta keahlian teknis tertentu.

Daya tarik utama lainnya yaitu kemampuannya dalam mengubah rutinitas latihan harian di dalam gym menjadi suatu cabang olahraga yang kompetitif.

Jika selama ini banyak individu yang melakukan latihan kardio serta kekuatan sekadar untuk memelihara kesehatan tubuh, Hyrox menyuguhkan sebuah sasaran yang nyata sekaligus terukur.

Para kontestan tidak hanya sekadar berolahraga, tetapi juga mempunyai misi untuk menuntaskan perlombaan, mempertajam rekor waktu pribadi, serta membandingkan performa mereka dengan rival lain di seluruh penjuru dunia.

Gagasan yang diterapkan ini terbukti membuahkan pencapaian yang sukses.

Hingga saat ini, telah lebih dari 1,5 juta orang di 30 negara yang setidaknya pernah mengikuti satu kali kompetisi Hyrox.

Tiket masuk untuk bermacam-macam seri perlombaan bahkan kerap kali ludes terjual hanya dalam hitungan menit, sementara daftar tunggu di beberapa kota besar telah menyentuh angka ribuan orang.

Di kota New York, sebagai ilustrasi, jumlah dari peserta mengalami peningkatan hingga lebih dari tiga kali lipat dalam jangka waktu satu tahun, yaitu dari berkisar 15.000 orang menjadi 50.000 orang.

Tren olahraga Hyrox ini pun sekarang mulai merambah dan menyebar hingga ke wilayah Asia.

Ajang Hyrox Jakarta 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta, diperkirakan akan dipadati oleh sekitar 11.500 orang peserta.

Angka tersebut sekaligus menempatkannya sebagai sebuah debut race HYROX yang paling masif di seluruh wilayah Asia Pasifik.

Berdasarkan penjelasan dari para pengamat industri kebugaran, keberhasilan besar Hyrox ini juga ditopang oleh semakin melonjaknya ketertarikan dari masyarakat terhadap aktivitas latihan kekuatan.

Berbeda jauh dengan tren olahraga lari yang sempat mendominasi selama beberapa tahun ke belakang, Hyrox meleburkan kegunaan dari latihan kardio serta strength training ke dalam satu wadah kejuaraan.

Para peserta bahkan dapat berlatih dengan memanfaatkan fasilitas gym yang pada umumnya tersedia secara luas, sehingga rintangan atau hambatan untuk ikut berpartisipasi menjadi jauh lebih rendah.

Para loyalis Hyrox menyebutkan bahwa latihan inti dari cabang olahraga fungsional ini merupakan gerakan fungsional yang sangat dapat dilatih hanya menggunakan perlengkapan gym standar yang mendasar.

Meski kejuaraan lomba Hyrox merupakan sebuah tes ketahanan fisik, ketenarannya yang tinggi kemungkinan besar juga didorong oleh meningkatnya perhatian publik pada latihan kekuatan.

“Ini memenuhi keinginan tersebut, sekaligus membuatnya terasa tidak terlalu membosankan," kata Shay Kostabi, instruktur kebugaran berpengalaman.

Moritz Furste, salah satu pendiri dari Hyrox sekaligus peraih tiga medali ajang Olimpiade dalam cabang hoki lapangan, mengungkapkan bahwa hal tersebut memang sengaja direncanakan sejak awal.

Pada tahun 2017, saat Furste bersama rekan sesama pendirinya, Christian Toetzke, pertama kali merumuskan ide untuk mendirikan Hyrox, mereka melihat adanya peluang besar untuk menciptakan sebuah ajang bagi para pencinta olahraga harian yang kurang berminat untuk berlatih demi acara besar seperti maraton, namun di sisi lain tetap ingin mempunyai sebuah target menantang yang dapat digapai.

Mereka memperhatikan bahwa ada banyak orang yang memadukan campuran antara latihan kardio dengan latihan kekuatan, alih-alih cuma berfokus pada satu jenis aktivitas kebugaran saja, oleh karena itu Furste merancangnya sebagai hibrida dari keduanya.

"Kami ingin menciptakan arena bermain bagi mereka yang pergi ke pusat kebugaran," kata Furste.

Di samping menghadirkan aspek kompetisi yang seru, Hyrox juga menyajikan sebuah rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat kuat.

Jaringan media sosial saat ini dipenuhi oleh bermacam-macam unggahan dari para kontestan yang merekam proses latihan, pencapaian rekor waktu, hingga dokumentasi foto-foto kala tengah berkompetisi.

Kecenderungan ini melahirkan sebuah komunitas global yang berhasil membuat banyak orang merasa menjadi bagian utuh dari sesuatu hal yang jauh lebih besar.

Di tengah situasi kian tingginya isolasi sosial serta besarnya keperluan akan sebuah ikatan antarmanusia, Hyrox tidak sekadar menjadi sebuah ajang olahraga biasa, melainkan juga sebagai wadah dinamis untuk menjalin relasi, mencari motivasi diri, serta membuktikan kapasitas kemampuan yang dipunyai.

“Ini memberi orang identitas. Ada komunitas, ada kategori untuk diikuti, dan orang-orang sangat menyukai itu,” kata Kostabi.

Aspek inklusivitas inilah yang kemudian berganti rupa menjadi salah satu fondasi kekuatan paling besar yang dipunyai oleh Hyrox.

Jika pada tahun-tahun awal pelaksanaannya kompetisi ini cenderung didominasi oleh para kontestan yang mempunyai kondisi fisik yang bugar saja, saat ini justru kian banyak individu dari bermacam-macam latar belakang serta tingkat kebugaran yang ikut ambil bagian di dalamnya.

Terkini