KBB Siapkan 50 Titik Olah Sampah Hadapi TPA Sarimukti Penuh

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:45:06 WIB
ilustrasi Sampah Bandung Barat (FOTO: NET)

BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi krisis sampah yang dipicu keterbatasan daya tampung TPA Sarimukti.

Tempat pembuangan akhir tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026, sehingga diperlukan solusi alternatif yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan 50 titik pengolahan sampah sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi juga terus dilakukan untuk mendapatkan dukungan teknologi pengolahan sampah.

"Kami masih koordinasi dengan provinsi. Informasinya kan mau ada bantuan mesin pengolah sampah, tapi jenisnya kami belum tahu. Di Bandung Barat sementara di 50 titik," kata Ibrahim di Bandung Barat, Senin (8/6/2026) dikutip dari Antara.

Ancaman krisis sampah tidak lepas dari tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Produksi sampah di Kabupaten Bandung Barat diperkirakan mencapai sekitar 700 ton per hari.

Dari jumlah tersebut: Sekitar 200 ton diangkut ke TPA Sarimukti Sisanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau tidak terjangkau layanan pengangkutan Artinya, sekitar 28,6 persen sampah masih bergantung pada TPA Sarimukti, sementara lebih dari 70 persen lainnya ditangani melalui berbagai metode pengelolaan di tingkat lokal.

Kondisi ini menjadi tantangan besar, mengingat kapasitas TPA Sarimukti yang semakin terbatas dan terus mengalami tekanan akibat tingginya volume sampah dari wilayah Bandung Raya.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkab Bandung Barat menyiapkan 50 titik pengolahan sampah yang diharapkan mampu mengurangi beban pembuangan ke TPA.

Jika setiap titik dilengkapi mesin pengolah dengan kapasitas 5 hingga 10 ton per hari, maka total kapasitas pengolahan dapat mencapai: 250 ton per hari (kapasitas minimum) 500 ton per hari (kapasitas maksimum).

"Jadi kalau menggunakan alat itu Kabupaten Bandung Barat relatif aman. Kami sehari yang masuk TPA Sarimukti itu 200 ton, sementara kapasitas mesin itu katanya 5 atau 10 ton, jadi bisa olah 250 hingga 500 ton sehari," ujarnya.

Dengan kapasitas tersebut, Bandung Barat berpotensi mengelola seluruh sampah harian tanpa harus bergantung sepenuhnya pada TPA Sarimukti.

Ibrahim menjelaskan bahwa layanan pengangkutan sampah oleh DLH saat ini baru mencakup 10 dari total 16 kecamatan.

Keterbatasan armada menjadi faktor utama yang menghambat perluasan layanan hingga ke seluruh wilayah.

Terkini