Amran Sulaiman Pacu SPHP Jagung Pakan Demi Proteksi Peternak

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17:52 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengutarakan bahwa pendistribusian program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan konsisten digenjot guna memproteksi para peternak sekaligus mengawal keberlanjutan roda bisnis peternakan di dalam negeri.

"Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," kata Amran dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Para produsen telur ayam ras di lingkup domestik dinilai mencetak capaian yang membanggakan karena sanggup memenuhi volume kebutuhan konsumsi untuk skala nasional.

Berkat adanya eskalasi volume hasil produksi, Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus hingga sanggup merealisasikan agenda ekspor komoditas tersebut ke pelbagai negara mitra.

Oleh karena itu, mengacu pada pandangan Amran, pihak pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap keberlangsungan geliat usaha dari para peternak telur ayam ras.

Bentuk kepedulian dari pemerintah bersangkutan diwujudkan salah satunya melalui peluncuran program SPHP jagung pakan yang didelegasikan kepada Perum Bulog semenjak tanggal 9 Mei atau tepat sebulan yang lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," ucap Amran.

Sebagai langkah konkret dari keberpihakan bersangkutan, program SPHP jagung pakan untuk menekan pengeluaran ongkos produksi peternak telah digulirkan sepanjang kurun waktu satu bulan terakhir ini.

Ketersediaan pasokan jagung pakan ini dipasok dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang seutuhnya berasal dari hasil panen sektor pertanian dalam negeri.

Sementara itu, untuk program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang telah berjalan per 9 Mei, realisasi distribusinya sampai tanggal 8 Juni atau tepat sebulan operasional telah menembus angka 34,1 ribu ton atau setara 16,01 persen dari target total penyaluran sejumlah 213,2 ribu ton.

Menteri Pertanian menjabarkan masih terdapat sisa pagu anggaran SPHP jagung pakan yang belum dialokasikan kepada peternak penerima manfaat.

Jumlah volumenya bertengger di kisaran angka 28,8 ribu ton.

Saat ini sisa kuota alokasi tersebut tengah dimatangkan bersama Kementerian Pertanian guna memperoleh daftar tambahan peternak yang berhak mengantongi manfaat.

Sebagaimana yang telah diketahui, pemerintah sudah mengucurkan dana senilai Rp 678 miliar untuk realisasi program SPHP jagung pakan pada periode tahun ini.

Adapun akumulasi pagu penyaluran dipatok sebanyak 242 ribu ton serta diagendakan sanggup bergulir hingga akhir tahun 2026.

Lebih dari 5 ribu pelaku peternak dengan kategori skala mikro, kecil, dan menengah yang memelihara total populasi sebanyak 53 juta ekor unggas di 26 provinsi ditetapkan selaku target sasaran SPHP jagung pakan tahun ini.

Terkait ketentuan harga jagung pakan, Bapanas menetapkan nominal senilai Rp5.000 per kilogram (kg) jika diambil langsung dari fasilitas gudang Bulog, serta ambang harga maksimal sebesar Rp5.500 per kg di tingkat pelaku peternak.

Skema penyaluran SPHP jagung pakan ini diaplikasikan melalui pihak koperasi ataupun asosiasi untuk diteruskan kepada segenap anggota yang identitasnya telah terdaftar secara resmi di dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Pada kesempatan terdahulu, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang selama ini konsisten menyokong keberadaan peternak telur.

Termasuk di antaranya memperluas daya serap pasar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bernaung di bawah kendali komando Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali," katanya.

"Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak," tambahnya.

Kendati demikian, dirinya tidak mengelak jika kondisi harga telur di tingkat peternak yang dipandang belum ideal masih menjadi ganjalan utama.

Tentu saja dirinya bersama dengan segenap peternak petelur menggantungkan harapan besar akan hadirnya pemulihan ke arah yang positif di masa mendatang.

"(Kondisi hari) ini sangat memberatkan dan memukul kami. Apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, dimana nilai tukar dolar juga melambung tinggi, sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi," ucapnya.

Merespons aspirasi bersangkutan, pemerintah dipastikan bakal mengupayakan terwujudnya stabilitas harga yang dinantikan oleh para peternak telur di dalam negeri.

Sementara dalam upaya memitigasi harga pakan yang kerap dilanda fluktuasi, program SPHP jagung pakan dimaksimalkan demi menopang para peternak unggas.

Terkini