JAKARTA - Niat salat dhuha 2 rakaat dibaca sebelum muslim mengerjakannya.
Sebagaimana diketahui, niat jadi hal penting yang harus diperhatikan.
Ibadah tanpa niat maka hukumnya tidak sah.
Rasulullah SAW dalam haditsnya menyatakan segala amal bergantung pada niatnya.
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengenai doa terkait ibadah ini diungkapkan lewat riwayat hadits berikut,
"Wahai paman, berwasiatlah kepadaku." Kemudian Abu Dzar berkata, "Wahai keponakanku, aku pernah meminta (wasiat) kepada Rasulullah sebagaimana engkau meminta kepadaku.
Maka bersabda, 'Jika engkau salat dhuha dua rakaat, engkau dicatat tidak termasuk orang-orang yang lalai; Jika engkau salat dhuha empat rakaat, engkau dicatat sebagai ahli ibadah; Jika engkau salat dhuha enam rakaat, engkau tidak akan berbuat dosa pada hari itu; Jika engkau salat dhuha delapan rakaat, engkau dicatat sebagai orang yang taat; Jika engkau salat dhuha dua belas rakaat, Allah membuatkan untukmu sebuah rumah di surga'." (HR Asy-Syaibani dalam Al-Ahad wa Al-Matsani)
Menyadur tulisan Adnan Tarsyah dalam buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh dan Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi, umat Islam dapat melafalkan niat salat dhuha 2 rakaat di bawah ini.
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat salat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."
Mengenai tata urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
- Melafalkan niat salat dhuha 2 rakaat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca salah satu surah Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud (iftirasy)
- Sujud kedua
- Bangkit berdiri demi menunaikan rakaat kedua
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca salah satu surah Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud (iftirasy)
- Sujud kedua
- Tahiyat akhir
- Salam
Berdasarkan penjelasan Abu Utsman Kharisma lewat buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi, ibadah sunnah ini dilaksanakan sesudah matahari terbit.
Hal tersebut menandakan bahwa dhuha belum boleh dikerjakan sebelum matahari memancarkan sinarnya.
Di samping itu, momen paling utama untuk melaksanakannya yakni di tengah-tengah rentang waktu semenjak matahari terbit hingga menjelang zuhur.
Semisal fajar menyingsing pukul 6 pagi dan zuhur jatuh pada jam 12, maka waktu utamanya dimulai dari pukul 9 pagi.
Berikutnya adalah bacaan doa sesudah pelaksanaan salat dhuha yang dilansir melalui buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha karangan Khalillurahman El Mahfani.
Doa Pendek Sesudah Salat Dhuha
All?hummaghfir lî wa tub 'alayya, innaka antat tawwâbur rahîm
Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun)" (HR Bukhari)
Doa Panjang Sesudah Salat Dhuha
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.Artinya:
“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”