JAKARTA - Kepala Eksekutif Kata Rakyat Alwan Ola Riantobi menilai jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto bertindak cukup demokratis serta tidak alergi terhadap kritik dalam menghadapi maraknya gerakan unjuk rasa yang dimotori oleh kaum mahasiswa.
Berdasarkan analisisnya, salah satu parameter jelas yang bisa disaksikan secara langsung adalah kerelaan pihak otoritas untuk menyambut dan menyediakan wadah mediasi bersama perwakilan mahasiswa.
"Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran. Hal itu menunjukkan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak antikritik," kata Alwan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Fleksibilitas dari pihak eksekutif itu, menurut pandangan Alwan, turut dibuktikan saat jajaran menteri bersedia mendengarkan buah pemikiran para pengamat ekonomi sekaligus warga dalam menyikapi fenomena depresiasi mata uang rupiah serta jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Fenomena tersebut terlihat ketika instrumen kebijakan di bidang fiskal maupun moneter segera diarahkan guna mengurai benang kusut pusat masalahnya.
"Perlu dipahami bahwa pelemahan rupiah dan IHSG turun karena berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, perang, kenaikan suku bunga dunia, ketidakpastian politik atau perlambatan ekonomi domestik. Karena itu, respons pemerintah disesuaikan dengan penyebab utama penurunan tersebut," ujarnya.
Kebijakan yang serupa, lanjut Alwan, turut diterapkan pada agenda program yang belakangan ini gencar dikritisi oleh elemen mahasiswa, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Walaupun kebijakan tersebut berstatus sebagai sebuah utang politik sewaktu masa kampanye pemilu, namun Presiden tidak segan untuk menggelar peninjauan serta perbaikan dalam skala besar.
"Sedangkan MBG merupakan bentuk komitmen Pak Prabowo dalam menepati janji politik kampanyenya bahwa ada kekurangan dalam implementasi MBG, pemerintah langsung melalukan mitigasi dan ruang perbaikan ke depan," ucapnya.
Oleh sebab itu, Alwan mengalkulasi bahwa tensi gerakan massa mahasiswa idealnya mulai mereda ketika jajaran penguasa sudah memperlihatkan iktikad kuat untuk memulihkan stabilitas perekonomian dalam negeri.
"Memang eskalasi demonstrasi mahasiswa juga perlu didalami, apakah tuntutannya memang berdasarkan hasil kajian and riset yang mendalam. Kami berharap tidak ada oknum yang menunggangi aksi mahasiswa yang ingin menggembosi pemerintah. Maka, jika pemerintah sudah berkomitmen memperbaiki dan membuka ruang dialog semestinya eskalasi massa aksi harus berkurang dan dihentikan," kata dia.