LABUAN BAJO - Bisnis tanaman hidroponik dengan merek Green Floreska berhasil mengubah garis hidup seorang pria kelahiran Lospalos bernama Wilfridus Da Costa Mones.
Berkat kejeliannya melihat potensi besar dari sektor pariwisata di Labuan Bajo, pria ini mulai menggarap lahan sempit di area belakang rumahnya sejak tahun 2022.
Keputusan untuk pulang ke kampung halaman diambil setelah dirinya merasa jenuh bekerja selama enam tahun di tanah rantau.
Dirinya kemudian memboyong sang istri untuk merintis kehidupan yang baru dari nol.
"Kami memilih di sini (Labuan Bajo) karena saat itu, tahun 2021, pada pembukaan tes CPNS ada formasi untuk kami berdua. Saya Sarjana Pertanian, sedangkan isteri di kesehatan. Kami tes di sini dan kami berdua lulus," kata Wil yang ditemui Kompas.com belum lama ini.
Setelah memiliki hunian sendiri, dirinya mulai melihat celah bisnis yang searah dengan latar belakang pendidikannya di bidang pertanian.
"Saya sebelumnya dua kali ke Labuan Bajo, sudah mulai melihat perkembangan pariwisata di sini. Akhirnya saya mulai membayangkan kira-kira apa gap yang bisa saya isi dari background yang saya punya. Ternyata, saya mengamati salah satu faktor pendukung utama pariwisata adalah sektor pertanian, sektor pangan," ujarnya.
Sembari mengemban kewajiban sebagai seorang aparatur sipil negara, dirinya secara bertahap membangun instalasi kebun hidroponiknya sendiri.
Pada awalnya kebun tersebut hanya memuat 200 lubang tanam untuk komoditas selada dan daun mint.
Langkah awal pemasaran dilakukan secara mandiri lewat media sosial serta menawarkan langsung ke target pasar.
"Otomatis itu menaikkan motivasi. Ternyata marketnya beneran ada, karena kami tes market langsung, cari pelanggan sendiri. Nah, dari situ pelanggan yang sudah ada ini akhirnya minta lagi. Panen lagi, income mulai naik sedikit demi sedikit," ungkap ayah satu anak ini.
Seluruh keuntungan yang didapat lalu diputar kembali untuk menambah jumlah fasilitas instalasi hidroponik.
"Memasuki tahun 2024, karena permintaan juga semakin tinggi, dan marketing lewat sosial media itu ternyata cukup bagus, efeknya benar-benar bekerja. Seiring juga Labuan Bajo tambah berkembang, ada banyak hotel-hotel yang mulai bangun," katanya.
Prospek usaha yang kian cerah dari hari ke hari menuntut dirinya untuk memberikan perhatian penuh pada bisnis ini.
Meski sudah mempekerjakan karyawan, dirinya memilih untuk tetap turun tangan langsung dalam mengelola operasional usaha.
Kondisi tersebut yang akhirnya memantapkan tekadnya untuk mengajukan surat pengunduran diri dari status aparatur sipil negara.
"Pengajuannya di awal tahun 2025, tapi perjalanan mempertimbangkannya sudah sejak satu tahun sebelum itu. Saya sudah mulai merasa fokusnya terbagi, pikiran mulai terbagi antara bisnis dan juga pekerjaan sebagai ASN," ujarnya.
Saat ini dirinya bahkan sudah memperluas area lahan baru demi mendongkrak kapasitas produksi tanaman hidroponiknya.