Kualitas Layanan Ditingkatkan, Penumpang KA Madiun-Blitar Naik 5,4 Persen

Senin, 06 Juli 2026 | 16:30:58 WIB
Situasi di KAI Daop 7 Madiun (FOTO: NET)

BLITAR - Perjalanan menggunakan kereta api di lintas Madiun hingga Blitar kini terasa jauh lebih nyaman berkat berbagai inovasi layanan yang dihadirkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Mulai dari pengoperasian rangkaian kereta new generation, penyediaan Face Recognition Boarding Gate, hingga penempatan water station di stasiun menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

Peningkatan mutu pelayanan ini berbanding lurus dengan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api.

Data PT KAI menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 3.138.647 penumpang, yang berarti ada kenaikan sebesar 5,4 persen dibanding periode serupa tahun lalu.

Tren ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit karena dianggap praktis, nyaman, serta memiliki fasilitas yang mempermudah perjalanan.

"Terjadi peningkatan volume pelanggan pada periode Semester I Tahun 2026 di KAI Daop 7 Madiun, bertambah 160.374 pelanggan atau meningkat 5,4% dibandingkan Semester I Tahun 2025," ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (5/7/2026) petang.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa moda transportasi KA masih menjadi moda pilihan utama masyarakat,” imbuh Tohari.

Seiring kenaikan volume penumpang, Tohari menegaskan bahwa PT KAI Daop 7 Madiun tetap berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas bagi pelanggan.

Langkah yang telah dijalankan mencakup pembaruan sarana KA Bangunkarta dan KA Singasari dengan kereta new generation, peninggian peron, serta penambahan overcapping di Stasiun Blitar dan Stasiun Kediri.

“Dan saat ini tengah berlangsung penataan Stasiun Madiun,” ujar Tohari tanpa menyebutkan rincian penataan tersebut.

Peningkatan layanan di wilayah Daop 7 Madiun dilakukan melalui inovasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) berbasis digital dan penataan lingkungan stasiun demi kepuasan penumpang.

Tohari mencontohkan penggunaan Face Recognition Boarding Gate yang mempercepat proses pemindaian wajah sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan tiket fisik atau identitas.

Selain itu, guna mendukung pembangunan berkelanjutan, KAI Daop 7 Madiun menyediakan water station agar pelanggan bisa mengisi ulang air minum secara gratis tanpa perlu membeli botol plastik baru.

Menurut Tohari, langkah ini menjadi wujud partisipasi aktif perusahaan dalam mengurangi limbah botol plastik sekali pakai.

“Berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas pelanggan menjadi wujud komitmen KAI Daop 7 menghadirkan service excellent yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi massal kereta api,” ujarnya.

Pihak PT KAI Daop 7 Madiun, lanjut Tohari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang konsisten memilih kereta api sebagai moda utama mobilitas.

Terkini