Dua Terduga Pelaku Penyerangan Anggota Polres Katingan Berhasil Diringkus

Senin, 06 Juli 2026 | 16:30:58 WIB
Ketua MK Suhartoyo memimpin sidang putusan 30 uji materiil UU di Gedung MK (FOTO: NET)

KATINGAN - Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah sukses mengamankan dua individu yang diduga berperan dalam serangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penyergapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7/2026).

Walau demikian, aparat penegak hukum sampai saat ini masih terus memburu beberapa tersangka lainnya yang diduga ikut menganiaya petugas di lapangan.

Proses penangkapan ini dilakukan setelah insiden penggerebekan narkotika yang menyebabkan tiga personel polisi gugur.

Dua terduga pelaku yang kini telah ditahan berinisial S alias A serta R.

S ditangkap di sebuah lokasi lanting penyedot emas di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Jumat (3/7/2026).

Saat petugas tiba di lokasi tersebut, yang bersangkutan sedang bersama istrinya dan bersikap kooperatif sehingga penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial R diringkus pada Minggu (5/7/2026).

Pihak kepolisian menangkapnya setelah melakukan pengembangan penyelidikan berdasarkan informasi dari tersangka yang telah ditahan sebelumnya.

Meskipun dua orang telah ditangkap, jajaran kepolisian memastikan tetap mengejar pelaku lain yang diduga terlibat aksi kekerasan terhadap petugas saat operasi penggerebekan bandar sabu tersebut berlangsung.

Sebelumnya, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono memberikan penjelasan bahwa jalannya operasi ini diawali dari penggerebekan terhadap oknum yang diduga sebagai bandar narkoba di kawasan Desa Tumbang Kalemei.

Lewat operasi penindakan tersebut, pihak kepolisian sebenarnya telah berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku.

Akan tetapi, kondisi di lapangan mendadak berubah mencekam sewaktu sejumlah anggota keluarga dari terduga pelaku disinyalir melakukan aksi perlawanan dengan memakai senjata tajam saat proses penangkapan berlangsung.

Tindakan perlawanan fisik tersebut lantas memicu kedatangan massa warga lainnya ke tempat kejadian perkara hingga membuat situasi menjadi tidak dapat dikendalikan lagi.

Para personel kepolisian di lapangan kemudian berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing sekaligus berupaya meredam situasi yang chaos.

Dalam peristiwa berdarah tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra dinyatakan gugur sewaktu menunaikan kewajiban tugasnya, sementara dua rekan anggota lainnya sempat dilaporkan hilang pascaoperasi selesai.

Pasukan gabungan selanjutnya dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekeliling tempat kejadian perkara serta menyusuri sepanjang aliran sungai guna melacak keberadaan kedua personel yang hilang.

Jasad dari Bripda Nopandri Ramadhan pada akhirnya berhasil ditemukan pada hari Sabtu (4/7/2026).

Satu hari berselang, tepatnya pada hari Minggu (5/7/2026), tim gabungan kembali berhasil menemukan jasad dari Aiptu Sumariyanto.

Terkini