Mendag

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana
Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

JAKARTA - Pasca-bencana yang mengguncang Aceh Tamiang, Pasar Kuala Simpang perlahan kembali menggeliat. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, sekitar 80 persen pedagang pasar terbesar di kabupaten itu kini telah kembali membuka lapak mereka. Aktivitas perdagangan berjalan paralel dengan proses pembersihan pasar yang masih berlangsung, menandakan upaya pemulihan ekonomi masyarakat setempat semakin nyata.

"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar," ujar Budi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan pasar-pasar terdampak bencana di Sumatera. Budi menekankan, keberlangsungan aktivitas pasar sangat penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana.

"Sejumlah pedagang sudah mulai kembali melakukan aktivitas, sambil proses pembersihan terus dilakukan. Kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga," imbuhnya.

Pasar Kuala Simpang memiliki peran strategis sebagai pusat perdagangan di Kabupaten Aceh Tamiang. Sejak berdiri pada 1982, pasar ini menampung 295 pedagang, terdiri dari 156 pedagang los dan 139 pedagang kios. Aktivitas pasar yang pulih kembali menjadi indikator penting dalam proses pemulihan ekonomi pasca-bencana.

Untuk mempercepat proses tersebut, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyalurkan bantuan 100 unit tenda darurat pada 31 Desember 2025. Tenda ini dimanfaatkan para pedagang agar tetap bisa berjualan sementara pasar utama dibersihkan dan diperbaiki.

Selain Pasar Kuala Simpang, bantuan Kemendag Peduli juga telah disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 1, 13, dan 22 Desember 2025. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum yang peduli terhadap pemulihan ekonomi daerah terdampak.

Koordinasi antara Kemendag, pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha menjadi kunci agar distribusi kebutuhan pokok tetap lancar. Stok bahan pokok seperti daging ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit terpantau terkendali berkat pasokan yang datang dari Takengon dan Medan.

Selain itu, Kemendag telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera memasok minyak goreng Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah terdampak bencana. Langkah ini memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau selama masa pemulihan.

Dengan proses pembersihan pasar yang masih berlangsung dan sebagian besar pedagang sudah kembali aktif, kehidupan ekonomi di Aceh Tamiang mulai normal kembali. Aktivitas pasar yang meningkat juga diharapkan mampu menumbuhkan optimisme masyarakat sekaligus menjadi pemicu pemulihan sosial dan ekonomi secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index