Pameran 60 Tahun Horison di TIM: Jejak Sejarah Sastra Indonesia

Pameran 60 Tahun Horison di TIM: Jejak Sejarah Sastra Indonesia
Pameran 60 Tahun Horison di TIM

JAKARTA – Pameran 60 Tahun Horison di TIM resmi dibuka untuk umum, menghadirkan arsip perjalanan sejarah sastra Indonesia yang telah bertahan selama enam dekade.

Ruang galeri di Pusat Kesenian Jakarta ini kini dipenuhi dengan deretan dokumentasi fisik yang merekam jejak pemikiran para sastrawan besar.

"Pameran ini adalah upaya merawat ingatan kolektif bangsa melalui majalah Horison yang menjadi saksi bisu dinamika intelektual kita," ujar Taufiq Ismail, sebagaimana dilansir dari wartakota.tribunnews.com, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini memamerkan sampul-sampul edisi pertama hingga naskah asli yang pernah dikirimkan oleh penulis legendaris Indonesia.

Pengunjung bisa melihat bagaimana evolusi bahasa dan isu sosial terekam dengan apik dalam setiap lembaran majalah tersebut.

Taufiq Ismail menyatakan bahwa dedikasi para redaktur dan kontributor selama 60 tahun merupakan bentuk perlawanan terhadap ancaman kepunahan literasi sastra.

Upaya ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali mencintai dunia kepenulisan kreatif.

"Kami ingin publik melihat bahwa sastra bukan sekadar hobi, melainkan instrumen penting dalam membangun karakter sebuah negara," tutur Taufiq, dikutip dari wartakota.tribunnews.com, Jumat (24/4/2026).

Setiap sudut ruang pameran dirancang untuk membawa audiens kembali ke atmosfer tahun 1966 saat majalah ini pertama kali terbit.

Panel-panel informasi menjelaskan secara rinci kaitan antara gerakan sastra dengan perubahan politik di tanah air.

Acara ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan dengan rangkaian diskusi buku dan pembacaan puisi setiap sore.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index