MAKASSAR – Mendiktisaintek Satryo Brodjonegoro bersama Kepala BGN Dadan Hindayana meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Unhas sebagai pilot project nasional.
Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat penyediaan asupan nutrisi berkualitas bagi para pelajar dan civitas akademika di lingkungan kampus.
"Dapur ini bukan sekadar tempat memasak, melainkan laboratorium gizi untuk memastikan standar nutrisi terpenuhi secara ilmiah," ujar Mendiktisaintek Satryo Brodjonegoro, Selasa (28/4/2026).
Penerapan teknologi pangan modern diharapkan mampu menjaga kesegaran serta kualitas bahan baku yang digunakan dalam setiap sajian.
Satryo Brodjonegoro berpendapat, bahwa keterlibatan perguruan tinggi seperti Unhas sangat krusial dalam melakukan pengawasan standar kesehatan pada setiap menu yang dihasilkan.
Program ini juga diproyeksikan menjadi model bagi institusi pendidikan lain di Indonesia dalam mendukung kesehatan fisik generasi muda.
"Kami menggandeng akademisi agar program Makan Bergizi Gratis ini memiliki landasan data yang kuat dan akuntabel," ucap Kepala BGN Dadan Hindayana, Selasa (28/4/2026).
Operasional dapur tersebut akan melibatkan para ahli gizi internal untuk memastikan distribusi makanan berjalan efektif setiap harinya.
Keberadaan unit ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan riset mengenai dampak pemberian gizi terhadap produktivitas belajar di kampus.
Sinergi lintas lembaga ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam menekan angka malnutrisi di berbagai lapisan masyarakat.
Pengembangan tahap berikutnya akan difokuskan pada pemanfaatan bahan pangan lokal guna mendukung kedaulatan pangan di wilayah Sulawesi Selatan.