Istilah candu belakangan ini sangat sering terdengar di media sosial, salah satunya berkat jargon viral "kamu tercandu-candu?" dari kreator konten Alif Cepmek. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu candu yang sebenarnya?
Secara umum, istilah ini kerap disamakan dengan rasa ketagihan terhadap sesuatu yang memicu efek adiktif. Untuk memahami lebih dalam tentang apa itu candu, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Pengertian Candu
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata candu sebenarnya terbagi menjadi empat definisi dalam bentuk nomina (kata benda), yaitu:
Tumbuhan pohon besar yang memiliki tinggi sekitar 4,5 meter dengan karakteristik kayu yang rapuh.
Getah kering berasa pahit dengan warna cokelat kekuningan dari buah Papaver somniferum, yang berkhasiat meredakan nyeri, memicu kantuk, serta menyebabkan ketergantungan bagi penggunanya.
Cairan kental berwarna hitam hasil pembuangan asap rokok yang menempel pada pipa isapan.
Sesuatu yang menjadi kesukaan atau kegemaran.
Bagi yang penasaran candu itu apa dalam konteks percakapan sehari-hari, definisi keempat adalah yang paling relevan. Penggunaan kata ini bisa bermakna negatif maupun positif, tergantung pada kalimatnya.
Contoh penggunaan dengan konotasi negatif:
"Dia main media sosial terus setiap hari, makanya sekarang jadi candu."
"Jangan pernah menyentuh narkoba, efeknya bisa bikin candu dan merusak masa depan."
Sementara itu, arti candu dalam bahasa gaul justru sering berkonotasi positif untuk menunjukkan rasa suka yang mendalam, seperti contoh berikut:
"Kamu tercandu-candu ya sama suara aku? Sini aku nyanyiin lagi."
"Rasa seblak ini juara banget, bener-bener bikin candu artinya apa ya... pokoknya mau beli lagi!"
Arti Kecanduan
Kondisi kecanduan (addiction) biasanya berhubungan erat dengan zat atau aktivitas adiktif yang memicu ketergantungan hingga berpotensi mengganggu kesehatan tubuh.
Berdasarkan penjelasan American Society of Addiction Medicine, kecanduan merupakan sebuah penyakit medis kronis. Kondisi ini melibatkan proses yang kompleks antara sistem saraf otak, faktor genetika, pengaruh lingkungan, serta pengalaman hidup seseorang.
Seseorang bisa mengalami kecanduan akibat mengonsumsi zat tertentu atau karena terikat pada perilaku kompulsif, misalnya gemar berjudi hingga berlebihan dalam bermain media sosial.
Meski tahu ada dampak buruk yang mengintai, orang yang kecanduan biasanya akan sangat sulit untuk berhenti dengan sendirinya. Kendati demikian, kondisi medis ini tetap bisa disembuhkan melalui penanganan dari tenaga profesional.
Faktor Penyebab Kecanduan
Hal-hal yang bersifat adiktif dapat memberikan sensasi kesenangan atau ketenangan (high) secara fisik maupun mental. Hal inilah yang membuat kebiasaan tersebut sulit dilepaskan seiring berjalannya waktu.
Lantas, apa saja faktor yang memicu terjadinya kecanduan? Melansir dari situs Healthline, berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Kondisi Otak
Tidak semua orang yang mencoba suatu zat atau aktivitas adiktif akan langsung terikat. Ada yang bisa langsung berhenti, namun ada pula yang justru terperosok ke dalam kecanduan.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh kinerja lobus frontal otak, yaitu bagian yang berfungsi mengendalikan kemampuan manusia dalam menunda kepuasan. Ketika bagian lobus frontal ini mengalami malfungsi, seseorang akan selalu menuntut kepuasan instan dari hal-hal adiktif tersebut.
Selain itu, area nukleus accumbens dan korteks cingulate anterior juga ikut bertanggung jawab karena memicu respons rasa senang saat terpapar zat adiktif. Faktor lain seperti gangguan mental (bipolar atau skizofrenia) serta ketidakseimbangan kimia otak juga turut ambil bagian.
2. Tingkat Paparan dan Lingkungan
Riwayat paparan yang terjadi sejak usia dini dan dilakukan berulang kali memegang andil yang sangat besar. American Society of Addiction Medicine juga menyebutkan bahwa faktor genetik menyumbang sekitar 50% risiko kecanduan, meski tidak menjadi penentu mutlak.
Di samping itu, faktor budaya dan kondisi lingkungan sekitar juga memengaruhi cara seseorang merespons hal-hal adiktif. Seseorang yang kurang mendapatkan dukungan sosial dari orang-orang terdekat umumnya lebih rentan terjerumus ke dalam lingkaran kecanduan.
Sekarang Anda sudah tahu lebih jelas mengenai apa itu candu, makna gaulnya, hingga dampaknya bagi kesehatan. Semoga ulasan ini menambah wawasan Anda!