JAKARTA – Kondisi kualitas udara Jakarta tercatat tak sehat Rabu pagi ini, masyarakat diimbau mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan.
Tingginya konsentrasi polutan mikroskopis di atmosfer menjadi ancaman serius bagi saluran pernapasan penduduk yang tengah memulai rutinitas kerja.
Sejumlah titik pemantauan menunjukkan angka indeks yang masuk dalam kategori merah di seluruh wilayah administratif.
"Kualitas udara yang buruk ini dipicu oleh akumulasi emisi kendaraan bermotor dan aktivitas industri yang tertahan di lapisan atmosfer bawah," ujar seorang ahli lingkungan, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/04/2026).
Pakar lingkungan tersebut berpendapat, bahwa kondisi cuaca yang cenderung stagnan tanpa tiupan angin kencang memperparah penumpukan partikel berbahaya di atas kota.
Kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia diminta untuk tidak terlalu lama terpapar udara luar secara langsung.
Beberapa warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan mata perih akibat pekatnya asap polusi.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah mitigasi guna menekan angka polusi yang terus meningkat setiap paginya.
Menutup jendela rumah dan menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan menjadi solusi tambahan untuk menjaga kualitas pernapasan di lingkungan keluarga.