JAKARTA – Berdasarkan data IQAir, kondisi udara Jakarta tercatat tak sehat pada Rabu pagi ini sehingga masyarakat disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar.
Langit ibu kota tampak diselimuti kabut tipis yang merupakan kumpulan polutan berbahaya bagi kesehatan pernapasan penduduk.
"Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 11 kali lipat di atas nilai panduan kualitas udara tahunan WHO," ujar rilis resmi IQAir, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/04/2026).
Lembaga pemantau kualitas udara tersebut menyampaikan bahwa indeks kualitas udara di Jakarta berada pada angka 156 yang masuk dalam kategori tidak sehat bagi publik secara umum.
Warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan diminta untuk membatasi durasi kegiatan di area terbuka guna menghindari risiko kesehatan yang lebih buruk.
Pemerintah terus memantau pergerakan emisi kendaraan bermotor dan kegiatan industri yang menjadi kontributor utama penurunan kualitas oksigen kota.
Angka 2.5 mikrometer pada partikel debu halus ini mampu menembus sistem pertahanan tubuh dan masuk ke dalam aliran darah manusia.
Saran penggunaan masker pelindung jenis N95 atau standar medis lainnya menjadi langkah preventif yang paling dianjurkan oleh para ahli kesehatan saat ini.
Beberapa titik pantauan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan menunjukkan warna merah pada peta sensor yang menandakan level bahaya sedang mengintai.
Penurunan intensitas polusi diharapkan segera terjadi seiring dengan potensi perubahan arah angin atau turunnya hujan di wilayah metropolitan.