Festival FEAST! Perkuat Ekosistem Pangan Lokal di Manggarai Barat

Festival FEAST! Perkuat Ekosistem Pangan Lokal di Manggarai Barat
Festival FEAST di Manggarai Barat

MANGGARAI BARAT – Festival Pangan Lokal FEAST! di Manggarai Barat resmi digelar untuk mendorong ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi petani lokal di Flores.

Taman Goa Batu Cermin menjadi saksi pertemuan antara para produsen pangan dari pelosok desa dengan pelaku industri pariwisata serta masyarakat umum.

"FEAST! fokus pada dua aspek penting, yaitu pertanian berkelanjutan dan kesehatan, khususnya gizi keluarga petani di Flores," ujar Project Manager FEAST!, Ririn Leba, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).

Ririn Leba menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pendampingan jangka panjang yang menyasar 1.000 petani di 8 kabupaten wilayah Flores.

Melalui kehadiran pasar tani, kelompok binaan dari 5 desa menunjukkan hasil bumi mereka kepada para pengunjung dan pemilik usaha kuliner.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng berpendapat, bahwa lonjakan jumlah wisatawan ke daerah tersebut seharusnya bisa diserap sepenuhnya oleh hasil pertanian lokal setempat.

Kesenjangan antara kebutuhan industri pariwisata dan pasokan dari petani lokal menjadi sorotan utama dalam agenda transformasi pertanian di wilayah ini.

"Tantangannya adalah jumlah wisatawan yang tinggi, namun pemanfaatan potensi pangan sebagian besar belum berasal dari petani lokal Manggarai Barat," katanya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini tengah merumuskan kebijakan distribusi yang lebih efektif agar produk desa mudah menjangkau meja makan hotel dan restoran.

Kepala Bappeda Manggarai Barat, Peter A. Rasyid menyebutkan ada upaya serius untuk menggandeng multipihak guna memperkaya keragaman konsumsi pangan di masyarakat.

Ajang ini tidak hanya sekadar transaksi jual beli namun juga menjadi sarana edukasi warisan kuliner melalui demo masak tradisional seperti songkol dan tapa kolo.

Sony dari Lab Tani Bajo mengapresiasi langkah ini karena mampu memangkas rantai distribusi dengan mempertemukan penyedia bahan baku dan pengolah secara langsung.

Program yang dijadwalkan berjalan hingga Februari 2028 ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi pangan dari tanah sendiri.

Peningkatan gizi keluarga petani tetap menjadi prioritas utama di samping upaya memperkuat peran perempuan dalam ekosistem pertanian berkelanjutan di NTT.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index