Satpol PP Selidiki Dugaan Transaksi Asusila di Sriwedari Solo

Satpol PP Selidiki Dugaan Transaksi Asusila di Sriwedari Solo
Kawasan Sriwedari bertuliskan I Love Solo.(Sumber:NET)

Merespons hal itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan bahwa fasilitas penerangan pada area publik yang dinilai rawan terjadinya pelanggaran asusila bakal dioptimalkan. 

"Lalu kami tambahkan penerangan-penerangan di ruang-ruang publik yang tempat menjadi rawan untuk digunakan asusila," terang Respati, Senin (1/6/2026).

Langkah antisipasi ini juga akan diperkuat dengan penambahan unit kamera pengawas (CCTV) guna memantau sejumlah titik rawan yang dimaksud. "Pasti, pasti itu sudah masuk di program kami, penambahan CCTV. 

Pengawasan, surveillance, menjadi fokus utama agar tidak ada lagi tindakan asusila. Kami tidak akan memberikan peluang sedikit pun untuk tindakan asusila di Kota Solo," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufik Muhammad menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengecek aspek teknis di lapangan. "Mulai hari ini sudah kami survei dulu teknisnya terkait penambahan titik penerangan. 

Termasuk apakah nanti bisa menggunakan yang penerangan yang dari dalam stadion," ujar Taufik, Senin (1/6/2026).

Dishub Solo kini juga tengah memetakan penempatan CCTV baru guna memantau area titik buta (blind spot) yang sejauh ini masih didominasi di kawasan persimpangan jalan. "Karena menuju ke Smart City ya untuk penambahan CCTV yang di titik-titik lokasi yang daerah rawan, termasuk pusat-pusat kegiatan itu. 

Kalau yang CCTV kan perlu pengkajian perencanaan. Nanti ini mungkin di perubahan nanti akan kami usulkan," jelasnya.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index