Jadwal Seba Baduy 2026: Ritual Sakral Merawat Tradisi di Banten

Kamis, 23 April 2026 | 16:39:36 WIB
Ilustrasi seba baduy

JAKARTA – Seba Baduy 2026 akan berlangsung pada 23-26 April 2026 sebagai puncak ritual Urang Kanekes dalam merawat tradisi dan menjaga keharmonisan alam di tanah Banten.

Kehadiran masyarakat adat Baduy di pusat pemerintahan daerah bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan manifestasi kesetiaan terhadap mandat leluhur. Setelah menjalani masa tenang melalui ritual puasa selama tiga bulan dan ngalaksa, mereka kini bersiap membawa amanat alam kepada para pemimpin atau Bapak Gede.

Suasana sakral yang mengalir organik ini menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta sejarah dan budaya di tanah air. Melalui langkah kaki yang mantap, Urang Kanekes membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang secara jujur dan reflektif.

Berikut adalah rincian jadwal utama kegiatan yang dapat disaksikan oleh publik:

Kamis, 23 April 2026 (Kabupaten Lebak)

08.00 - 12.00 WIB: Sarasehan Budaya "Baduy sebagai identitas Kabupaten Lebak" di Alun-alun Rangkasbitung.

09.00 - 17.00 WIB: Perlombaan Permainan Tradisional di Panggung Utama.

19.30 WIB - Selesai: Opening Ceremony Seba Baduy 2026.

Jumat, 24 April 2026 (Kabupaten Lebak)

13.00 - 15.30 WIB: Penyambutan warga Baduy di Pendopo Bupati Lebak.

18.30 - 19.30 WIB: Babacakan atau makan bersama warga Baduy.

19.30 WIB - Selesai: Ritual Seba Baduy tingkat kabupaten.

Sabtu, 25 April 2026 (Kota Serang & Pandeglang)

09.00 - 10.00 WIB: Kedatangan warga Baduy di Alun-alun Kota Serang.

12.30 - 13.30 WIB: Karnaval "Rampak Seba Nusantara".

13.30 - 15.00 WIB: Prosesi Muka Panto.

19.00 - 22.00 WIB: Ritual Inti Seba (Puncak Acara).

22.00 - 03.00 WIB: Wayang Golek "Rampak Opat Dalang".

Minggu, 26 April 2026 (Provinsi Banten)

07.30 - 09.00 WIB: Pelepasan warga Baduy menuju Seba Panuntung di Pendopo Kabupaten Serang.

09.00 - 10.00 WIB: Peluncuran QRISTAP Bus Damri rute Serang - Ciboleger.

Kegiatan yang telah masuk dalam agenda nasional ini juga diiringi dengan pameran produk UMKM dan kerajinan tangan khas Kanekes yang unik. Sektor pariwisata daerah telah bersiap memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan kearifan lokal tanpa mengganggu kekhidmatan prosesi adat.

“Sebelum Seba dimulai, mereka telah melalui rangkaian ritual adat yang panjang, dari mulai puasa (3 bulan), ngalaksa hingga puncaknya Seba Baduy,” Ujar Rohendi. Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap gerak dalam festival ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan spiritual yang dijaga dengan ketat selama berbulan-bulan.

Pemerintah provinsi berupaya menyinergikan acara ini agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kaum muda mengenai pelestarian jati diri bangsa. Kemeriahan di Kota Serang yang melibatkan debus, barongsai, hingga musik gambang kromong menunjukkan betapa heterogennya dukungan untuk tradisi yang lahir dari rahim pegunungan Kendeng.

Momentum pada Kamis, 23 April 2026 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang hubungan timbal balik antara manusia dan bumi. Dengan mencatat setiap jam prosesi inti, warga dapat merasakan langsung getaran sakral dari sebuah janji kuno yang tetap relevan di tengah modernitas peradaban masa kini.

Terkini