JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan kekayaan budaya Indonesia yang melimpah memiliki potensi besar sebagai penggerak sektor pariwisata berbasis budaya.
Indonesia memiliki aset sejarah luar biasa seperti lukisan purba di Pulau Muna yang sudah ada sejak 67.800 tahun lalu.
Fadli Zon menjelaskan bahwa keberagaman Indonesia tercatat pada 2.723 warisan budaya takbenda nasional dengan 16 di antaranya telah mendapat pengakuan dunia dari UNESCO.
Menteri Kebudayaan melihat peluang ekonomi yang sangat masif jika pengelolaan situs sejarah dilakukan secara profesional dan modern.
"Wisata budaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Contohnya, pengelolaan Istana Versailles di Prancis yang mampu menghasilkan sekitar 30 miliar rupiah per hari dari penjualan tiket, belum termasuk pendapatan dari merchandise. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi melalui pengembangan cultural economy dan industri kreatif," kata Menbud, sebagaimana dilansir dari naskah sumber, Kamis (30/4/2026).
Pemerintah juga berupaya membuka ruang kemitraan antara pihak publik dan swasta guna melakukan revitalisasi pada berbagai situs budaya tanah air.
Transformasi situs sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai monumen diam melainkan menjadi warisan hidup yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Fadli Zon menyatakan bahwa pembangunan ekosistem kebudayaan yang sehat mustahil dikerjakan secara tunggal oleh pihak pemerintah saja tanpa dukungan sektor lain.
Keterlibatan korporasi hingga individu filantropis dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan aset budaya yang tersebar di pelosok negeri.
Menteri Kebudayaan menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi hingga komunitas akan menciptakan simbiosis mutualisme bagi industri pariwisata.
Momentum penguatan narasi budaya ini muncul dalam agenda Musyawarah Nasional pertama Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia di Jakarta.
Lembaga tersebut juga menyematkan penghargaan Tokoh Kebudayaan 2026 kepada Fadli Zon atas dedikasi panjangnya dalam memperjuangkan kelestarian identitas bangsa.