Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemprov Jabar Digelar di 6 Daerah

Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemprov Jabar Digelar di 6 Daerah
Ilustrasi pasar murah. (Sumber: NET)

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan program pasar murah menyambut Iduladha 2026 di enam wilayah demi mempermudah warga memperoleh komoditas pangan dengan harga yang lebih miring.

Melalui agenda sosial tersebut, pasokan sebanyak lebih dari 38 ton komoditas bahan pangan pokok telah dialokasikan guna mencukupi keperluan konsumsi publik.

Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani menjelaskan, operasi pasar murah ini dilangsungkan menjelang tibanya Hari Raya Iduladha guna memastikan banderol harga kebutuhan pokok di pasaran tetap terkendali.

"Pasar murah ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Bazar pangan murah ini dijadwalkan berlangsung pada kurun waktu 20-22 Mei 2026 yang bertempat di UPTD Inlog Satpel Sukabumi, UPTD BPSMB Karawang, UPTD BPSMB Bandung, UPTD BPSMB Bogor, UPTD BPSMB Cirebon, serta UPTD IPOK Satpel Tasikmalaya.

Sementara itu, jenis komoditas pokok yang disediakan meliputi beras SPHP, beras medium, beras premium, Minyakita, minyak goreng kemasan premium, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang merah/putih, sayur-mayur, daging ayam serta sapi, telur ayam, komoditas sektor perikanan, hingga beraneka produk makanan olahan serta kemasan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog Jabar, ID Food untuk kesiapan pasokannya," kata Nining.

Pihak Disperindag Jabar mengestimasikan jumlah kunjungan bakal menembus lebih dari 4.000 warga yang mendatangi lokasi pasar murah tersebut.

Target sasaran dari program ini berfokus pada kalangan ibu rumah tangga, kader penggerak PKK, tenaga pendidik, kaum buruh pekerja, hingga elemen masyarakat umum secara luas.

Nining memaparkan, penyelenggaraan pasar murah ini merangkul keterlibatan dari kemitraan multisektor, mulai dari pihak DKPP Jabar, DTPH Jabar, DKP Jabar, Bank Indonesia, Bulog Jabar, ID Food, Aprindo, perwakilan kelompok tani, korporasi usaha ritel, hingga jajaran elemen kewilayahan setempat.

Menurut pandangannya, jalinan sinergi dari banyak pihak tersebut teramat krusial diimplementasikan agar ketersediaan stok pangan menjelang perayaan Iduladha senantiasa terjaga kondusif dan harganya tidak melambung tinggi.

"Kami ingin memastikan pasokan tersedia dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan," kata Nining.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index