JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melaksanakan pembangunan empat jembatan gantung di Provinsi Banten guna memudahkan perpindahan penduduk di kawasan yang selama ini terhalang oleh sungai, jurang, serta perbukitan.
Keberadaan sarana fisik tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi penduduk menuju tempat pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga meningkatkan kelancaran pengiriman hasil tani.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, jembatan gantung merupakan sarana sederhana, tetapi memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang mempunyai keterbatasan akses.
"Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka," ujar Dody dalam rilis, Jumat (27/6/2026).
Keempat jembatan itu mulai dikerjakan sejak Maret hingga April 2026, yakni Gantung Inten Jaya, Gantung Cigoong Utara, dan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak) di Kabupaten Lebak, serta Gantung Cibungur di Kabupaten Pandeglang.
Tiap-tiap jembatan mempunyai bentang antara 40 meter sampai 80 meter dan didesain untuk mengakomodasi penjalan kaki, moda transportasi roda dua, serta ambulans saat situasi darurat.
Berdasarkan perkembangan konstruksi sampai Kamis (25/6/2026), pengerjaan semua jembatan memperlihatkan kemajuan yang menggembirakan.
Jembatan Gantung Inten Jaya di Kabupaten Lebak dengan bentang utama sepanjang 80 meter sudah mencapai capaian fisik 26,67 persen.
Adanya jembatan ini bakal memangkas durasi perjalanan penduduk yang selama ini wajib memutar melalui rute yang lebih jauh.
Sementara itu, Jembatan Gantung Cibungur di Kabupaten Pandeglang yang juga memiliki panjang 80 meter mencatat kemajuan pengerjaan sebesar 19,25 persen.
Jembatan ini akan menyambungkan Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, dengan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi sehingga perjalanan masyarakat antarwilayah menjadi lebih gampang, terlindungi, dan efisien.
Selanjutnya, dua jembatan lain, yaitu Jembatan Gantung Cigoong Utara dan Jembatan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak), masing-masing mempunyai panjang 40 meter dan didirikan di Kabupaten Lebak.
Jembatan Gantung Cigoong Utara yang kemajuan pembangunannya sudah mencapai 26,80 persen akan memudahkan akses penduduk di Dusun Salasih, Nagreg, dan Paranje menuju sekolah, sarana kesehatan, dan pasar.
Disamping itu, pengiriman hasil bumi masyarakat juga diharapkan menjadi semakin lancar.
Sedangkan Jembatan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak) dengan kemajuan fisik 23,50 persen akan menyambungkan Kampung Bagu, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, dengan Kampung Cikaung, Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira.
Selama ini kedua wilayah tersebut dipisahkan oleh aliran sungai, sehingga penduduk harus melewati rute yang lebih sulit untuk beraktivitas.
dari Sumbernya menilai, tersedianya akses yang lebih terlindungi dan efisien melalui empat jembatan gantung tersebut akan memperkokoh konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat di Provinsi Banten.
dari Sumbernya juga berkomitmen menuntaskan seluruh pengerjaan sesuai target supaya khasiatnya bisa segera dinikmati penduduk, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah-wilayah yang selama ini mempunyai keterbatasan akses.