Okupansi Hotel Mewah RI Melonjak, Lampaui Kinerja Pra-Pandemi

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:19:44 WIB
Ilustrasi Hotel Mewah (FOTO: NET)

JAKARTA - Regional Vice President-Asia Pacific STR Jesper Palmsqvuit menilai bahwa tingkat keterisian atau okupansi hotel-hotel mewah di Indonesia kini telah pulih sebagaimana kondisi sebelum pandemi COVID-19 dengan ketahanan yang lebih kuat.

Peningkatan tersebut bahkan berhasil melewati pencapaian kinerja pada segmen hotel lainnya.

"Jadi ini merupakan sesuatu yang harus ditanggapi dengan sangat positif dan menjadikan proyeksinya pun untuk masa depan menjadi tinggi," kata Palmsqvuit dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).

Palmsqvuit mengungkapkan bahwa antusiasme wisatawan domestik terhadap kategori wisata mewah di beragam destinasi terus mengalami pertumbuhan.

Situasi ini tercermin dari data STR yang menunjukkan bahwa okupansi hotel mewah di Indonesia dalam rentang 12 bulan hingga Maret 2026 telah menyentuh angka 64 persen, setara dengan level sebelum pandemi.

Persentase itu mengungguli performa segmen hotel lain yang posisinya masih di bawah level pra-pandemi dengan angka di kisaran 59 persen.

Selain itu, ia memaparkan bahwa tarif sewa kamar hotel di tanah air juga mengalami lonjakan hingga lebih dari 40 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Bali menjadi salah satu wilayah yang dinilai menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata mewah yang sangat impresif.

Berdasarkan data riset C9 Hotelworks, Bali saat ini berkontribusi sekitar 25 persen terhadap nilai pasar branded residence atau hunian mewah di Indonesia.

Tercatat ada lebih dari 70 proyek pengembangan yang tengah aktif di berbagai kawasan wisata, mulai dari Canggu, Berawa, Uluwatu, Seminyak, hingga Sanur.

Director Harmoni Bali Edward Kusma menekankan bahwa untuk mengoptimalkan potensi Bali, pemerintah diharapkan mampu menyelesaikan berbagai kendala seperti persoalan sampah di area wisata hingga ketersediaan air bersih di Bali Selatan.

Ia memberikan saran agar pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di sejumlah titik, sehingga sektor hunian mewah yang terintegrasi dengan layanan hotel bisa berkembang lebih optimal.

Ia pun menambahkan bahwa kehadiran fasilitas penunjang seperti sekolah atau rumah sakit bertaraf internasional dapat memperpanjang durasi tinggal wisatawan di Bali.

Direktur Pacific Asia Horwath HTL Matt Gebbie menambahkan bahwa kemajuan sektor wisata mewah di Indonesia bukan hanya terkait penambahan jumlah turis, melainkan juga pergeseran pola permintaan di pasar.

"Untuk dapat membuka lebih banyak lokasi pariwisata di Indonesia, pertama-tama, kami membutuhkan akses. Mudah bagi wisatawan mewah untuk datang ke sana, karena lebih mudah untuk membantu lebih banyak orang datang, dan pada akhirnya, akan memberikan apa yang kami inginkan, yaitu tingkat hunian yang lebih tinggi untuk destinasi di sana," ujar Gebbie.

Terkini