Idap Saraf Kejepit, Pria Tangerang Ini Sempat Nyaris Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:47:32 WIB
Ilustrasi Diagnosis syaraf kejepit (FOTO: NET)

JAKARTA - Viral di media sosial, seorang pria di Tangerang, Banten menceritakan kisahnya mengalami masalah saraf kejepit hingga membuatnya nyaris lumpuh.

Dalam video yang diunggah, rangkaian panjang pengobatan saraf kejepit telah ia lakukan sejak tahun 2017.

Sepanjang tahun 2018 sampai 2020, pria bernama Charis Nicholas Tanzil (26) tersebut mesti melewati berbagai metode perawatan, mulai dari fisioterapi, terapi kretek, akupuntur, berenang, hingga urut.

Akan tetapi, seluruh upaya tersebut belum juga membuahkan kesembuhan bagi dirinya.

"Selama 3 tahun nggak pernah bener-bener 100 persen sehat sampai jadi terbiasa dengan sakit," ucap Nicholas dalam salah satu unggahannya di akun IG @charis_nicholas dengan izin yang bersangkutan.

Memasuki tahun 2021, dirinya akhirnya mengambil langkah untuk melakukan operasi.

Walaupun sempat merasa takut pada awalnya, ia tidak mempunyai opsi lain yang tersisa.

Pascaoperasi dilakukan, ia seketika langsung mampu berdiri kembali.

Nicholas pun mesti melewati masa pemulihan selama kurang lebih satu tahun demi menyembuhkan trauma otot yang kaku selama masa sakit, hingga akhirnya sekarang keadaannya telah jauh membaik.

Saat diwawancarai oleh detikcom, Nicholas mengisahkan bahwa setelah operasi dirinya memiliki sejumlah pantangan demi menjaga agar gangguan saraf kejepitnya tidak kambuh lagi.

Contohnya, ia dilarang mengangkat beban yang terlalu berat dan wajib menjaga postur tubuh ketika mengangkat beban.

"Saat misalnya di gym atau olahraga, formnya harus benar. Nggak boleh asal-asalan," ucap Nicholas ketika berbincang dengan detikcom, Senin (19/5/2026).

"Setelah itu diwajibkan memperkuat otot kaki, otot core atau perut agar kompensasi beban bisa ditopang otot, tidak lgsung membebani sendi atau tulang," sambungnya.

Nicholas memiliki harapan melalui konten yang dibuatnya, ia dapat memberikan motivasi kepada orang-orang yang menghadapi gangguan kesehatan serupa.

Berdasarkan penuturannya, saraf kejepit memicu dampak buruk yang sangat luas sehingga amat penting untuk diperhatikan.

"Supaya yang lain juga teredukasi, banyak yang tidak mengerti seberapa menderitanya saraf kejepit dan akhirnya menyepelekan jadi buat pasien makin putus asa," tandasnya.

Terkini