Pasar Murah Iduladha di Jabar Sediakan 38 Ton Sembako

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:56:01 WIB
Ilustrasi Sembako/Bahan Pokok (FOTO: NET)

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan program pasar murah menyambut Iduladha 2026 di enam wilayah guna meringankan beban warga dalam mendapatkan komoditas pangan dengan nilai yang lebih terjangkau.

Melalui kegiatan tersebut, persediaan pangan pokok yang dialokasikan mencapai di atas 38 ton demi mencukupi keperluan warga.

Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani menjelaskan bahwa agenda pasar murah ini dilaksanakan menjelang perayaan Iduladha demi mempertahankan stabilitas nilai jual kebutuhan pangan.

"Pasar murah ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Pelaksanaan pasar murah dijadwalkan bergulir sejak 20 hingga 22 Mei 2026 yang bertempat di UPTD Inlog Satpel Sukabumi, UPTD BPSMB Karawang, UPTD BPSMB Bandung, UPTD BPSMB Bogor, UPTD BPSMB Cirebon, serta UPTD IPOK Satpel Tasikmalaya.

Sementara itu, jenis pangan yang dijajakan meliputi beras SPHP, beras medium, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang merah/putih, sayur-mayur, daging ayam serta sapi, telur ayam, komoditas laut, hingga produk kuliner olahan maupun kemasan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog Jabar, ID Food untuk kesiapan pasokannya," kata Nining.

Pihak Disperindag Jabar memproyeksikan jumlah pengunjung yang menghadiri pasar murah tersebut bakal menembus angka di atas 4.000 orang.

Agenda ini menyasar kalangan ibu rumah tangga, kader PKK, tenaga pendidik, kalangan buruh, hingga khalayak luas.

Nining memaparkan bahwa jalannya pasar murah turut menggandeng berbagai instansi, di antaranya DKPP Jabar, DTPH Jabar, DKP Jabar, Bank Indonesia, Bulog Jabar, ID Food, Aprindo, asosiasi petani, pengusaha ritel, sampai jajaran aparatur kewilayahan.

Ia berpendapat bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial agar ketersediaan pangan menjelang Iduladha senantiasa terjaga dan tingkat harga di pasaran tidak mengalami kenaikan tajam.

"Kami ingin memastikan pasokan tersedia dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan," kata Nining.

Terkini