Inspiratif! Kisah Devi Raih Lulusan Terbaik Unair dan Beasiswa S2

Senin, 22 Juni 2026 | 14:15:01 WIB
Devi, lulusan terbaik Unair. (FOTO:NET)

JAKARTA - Pada momen perayaan wisuda Universitas Airlangga (Unair) untuk masa periode Mei 2026, nama Devi Ridho Syavitri disambut dengan gemuruh tepuk tangan dari seluruh hadirin karena ditetapkan sebagai wisudawan terbaik.

Ia berhasil merampungkan masa studinya dengan menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di angka 3,90.

Tak banyak khalayak yang mengetahui jika figur Devi ternyata adalah seorang anak yatim piatu.

Ia mesti berjuang melewati masa-masa perkuliahan tanpa ditemani oleh keberadaan ayah maupun bundanya yang telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.

Melihat raihan prestasi yang gemilang pada pengujung masa perkuliahan sarjananya itu, Devi berujar merasa amat bersyukur sekaligus bahagia.

Ia bahkan seakan masih belum memercayai dapat memperoleh capaian yang amat memuaskan pada momen kelulusannya tersebut.

Jalur pengembaraan kuliah yang diarungi Devi sebetulnya tidak berjalan semulus seperti apa yang diperkirakan oleh kebanyakan orang.

Pada rentang waktu yang saling berdekatan pada tahun 2021, Devi mesti menerima takdir pedih lantaran kehilangan figur ayah serta ibunda tercinta.

Hanya berselisih waktu 100 hari selepas berpulangnya sang ayah, Devi kembali mesti menerima realitas yang berat lantaran ibunya pun pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Keadaan tersebut sempat membuat nyala asa Devi guna membahagiakan kedua orang tuanya menjadi padam.

"Kala itu, bermimpi menjadi seorang dosen atau bahkan mencapai pendidikan tinggi bukan lagi sebuah tujuan, melainkan angan-angan panjang yang terasa sulit untuk didapatkan," kenang Devi dikutip dari laman Unair, Minggu (21/6/2026).

Kendati sempat merasakan keputusasaan yang sangat mendalam, Devi secara perlahan berupaya untuk bangkit kembali.

Justru berkat motivasi kuatnya itu, Devi pada akhirnya sukses diterima pada Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair.

Sebelum menginjakkan kaki di dunia kampus, alumnus dari SMAN 1 Badegan Ponorogo ini sudah terbiasa mematangkan potensi dirinya lewat keikutsertaan dalam aneka ragam kompetisi.

Hasilnya, belasan penghargaan bergengsi sukses ia bawa pulang.

Berdasarkan data yang disadur dari laman resmi FISIP Unair, sejumlah prestasi yang sempat disabet oleh dirinya di antaranya ialah: Juara 2 Gagasan Tertulis Tingkat Nasional INFEST 2021 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Instrumentasi Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Juara 2 Esai Nasional SMENTION yang diadakan oleh SMAIT Insantama Bogor Juara 2 Essay dalam ajang Ocean Essay Competition Poseidon Nasional di Institut Teknologi Bandung (ITB) Juara 3 Lomba Debat Akuntansi pada acara Semarak Akuntansi 2021 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Saat masih duduk di bangku sekolah dahulu, ia juga sukses menggondol predikat sebagai juara paralel 1 mulai dari kelas 10 hingga kelas 12 untuk seluruh jurusan IPS di sekolahnya.

Devi memaparkan bahwa seluruh pencapaian di ranah akademik maupun non-akademik tersebut sukses ia raih lantaran keteguhannya dalam merancang target.

"Target ini akan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi aku untuk melakukan langkah demi langkah yang harus aku tempuh, " tuturnya dalam laman Departemen Informasi dan Perpustakaan (DIP) FISIP Unair, 2022 silam.

Agar mampu keluar menjadi pemenang pada beragam ajang perlombaan, Devi mengaku amat teliti dalam mengikuti sesi bimbingan bersama guru, khususnya untuk kategori lomba kepenulisan.

"Saya asah terus cara saya menulis dan ide-ide saya dengan pembimbing. Kemudian saya juga belajar presentasi, membuat power point, bahkan harus keluar uang banyak jika memang essay saya membutuhkan bukti produk," ucapnya.

 

Halaman :

Terkini