Pakai Kaus Simbol Perbudakan, Mark Lee Terseret Kontroversi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:22:05 WIB
Mark Lee pakai T-shirt bergambar bendera Confederate. (FOTO:NET)

JAKARTA - Belum genap satu bulan semenjak Mark Lee mengumumkan kembalinya dirinya ke panggung industri musik melalui naungan label Upper Room, mantan personel NCT tersebut kini justru tersandung masalah kontroversi.

Persoalan ini mencuat akibat sepotong kaus yang ia kenakan sewaktu menghadiri sebuah agenda kegiatan.

Melalui unggahan foto yang tengah tersebar luas di jagat media sosial, Mark kedapatan hadir dengan memakai kaus yang berwarna biru abu-abu.

Corak gambar pada area dada kaus tersebutlah yang seketika memicu sorotan tajam: bendera Confederate.

Menyadur informasi dari laman adl.org, bendera Confederate mula-mula eksis sewaktu berkecamuknya Perang Saudara di Amerika Serikat pada tahun 1861, yang bertindak sebagai panji dari wilayah negara bagian yang memisahkan diri demi mempertahankan sistem perbudakan.

Kendati terdapat beberapa kalangan yang menyuarakan pembelaan terhadap corak bendera ini sebagai sebuah warisan sejarah, terkhusus bagi area bagian Selatan, namun eksistensinya pada masa modern justru lebih lekat dengan aksi perlawanan serta pergerakan hak-hak sipil di era tahun 1950 dan 1960-an.

Pada rentang periode tersebut, bendera ini kerap dipajang oleh jajaran kelompok penentang kesetaraan ras.

Bendera Confederate terbilang sangat identik dengan persoalan perbudakan serta gerakan kebencian.

Tidak sedikit pula pihak yang mengategorikan bendera tersebut sebagai wujud simbol rasisme.

Terlebih lagi sesudah kelompok supremasi kulit putih layaknya Anti-Defamation League ikut menggunakan bendera ini sebagai representasi simbol pergerakan mereka.

Secara menyeluruh reputasi dari bendera tersebut dinilai buruk.

Tindakan Mark Lee yang memakainya dalam sebuah kegiatan seketika memicu kegaduhan yang tidak hanya melanda di kalangan para penggemar saja, melainkan turut menyeret warganet secara general di ranah media sosial.

Terdapat pihak yang merasa kaget, dan ada pula yang mengaku teramat kecewa.

Namun tidak sedikit juga yang melayangkan bentuk pembelaan terhadapnya.

Pihak manajemen Upper Room bergegas mengambil tindakan untuk angkat bicara seputar persoalan ini lewat penyampaian rilis surat pernyataan resmi mereka pada Selasa (23/6/2026) malam.

"Halo, ini Upper Room.

Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang muncul dalam foto yang baru-baru ini dibagikan.

Pakaian tersebut dipilih semata-mata karena merupakan barang koleksi vintage.

Namun, setelah menyadari signifikansi historis dan sensitivitas yang terkait dengan simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa simbol tersebut tidak akan terlihat dalam konten resmi apa pun. Terlepas dari upaya ini, gambar tersebut kemudian dibagikan secara eksternal, sehingga simbol tersebut terlihat dan menimbulkan kekhawatiran yang dapat dimengerti di kalangan masyarakat.

Terlepas dari niatnya, kami menyadari bahwa masalah ini seharusnya ditangani dengan lebih cermat dan hati-hati. Kami bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini.

Upper Room dan sang artis dengan tegas menolak dan tidak mentolerir rasisme, kebencian, diskriminasi, atau bentuk intoleransi apa pun.

Kami memahami keseriusan kekhawatiran yang telah disampaikan dan sangat menyesali keresahan yang ditimbulkan oleh insiden ini.

Kami juga berterima kasih kepada mereka yang telah menyampaikan masalah ini kepada kami.

Perhatian. Kami menghargai masukan yang telah kami terima dan

Kami mendengarkan dengan saksama kekhawatiran yang disampaikan oleh komunitas kami. Sebagai tanggapan, kami akan memperkuat prosedur peninjauan internal kami untuk pemilihan pakaian dan persetujuan konten guna membantu mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa dengan situasi ini. Kami tetap berkomitmen untuk bertindak dengan lebih bertanggung jawab, sadar, dan penuh perhatian ke depannya.

Upper Room."

Terkini