Kemendikdasmen Gandeng TNI AD Revitalisasi Sekolah Pascabencana Aceh

Kemendikdasmen Gandeng TNI AD Revitalisasi Sekolah Pascabencana Aceh
Pemulihan layanan pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dipercepat (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah beserta TNI AD demi mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan setelah bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menegaskan pihak pemerintah menargetkan mayoritas sekolah yang terdampak bisa difungsikan kembali pada tahun ajaran 2026/2027.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia memaparkan bahwa untuk sekolah yang masih mengantre proses pembangunan ataupun pemindahan lokasi, Kemendikdasmen sudah menyiapkan ruang kelas darurat yang lebih memadai agar aktivitas belajar mengajar terus berjalan.

“Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya, sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya,” katanya.

Ia mengimbuhkan salah satu sekolah yang sedang diperbaiki ialah SD Negeri Utue, yang telah berdiri semenjak 1984 dan mendapati kerusakan pada beberapa ruang kelas, langit-langit, toilet, serta saluran air yang memicu luapan air sewaktu hujan.

Tahun ini, kata Mu'ti, SD Negeri Utue memperoleh kucuran dana Rp1,83 miIiar dengan rincian perbaikan mencakup 5 ruang kelas, 3 paket toilet, 1 ruang administrasi, pembuatan 1 ruang UKS, 8 paket perlengkapan ruang kelas, 1 paket perlengkapan perpustakaan, 2 paket perlengkapan ruang UKS, dan 3 paket penataan area sekitar.

Di momen yang sama, Komandan Pelaksana Rehabilitasi Letkol Inf Arino Vranta Sinurat mengutarakan bahwa SD Negeri Utue menjadi bagian dalam program perbaikan 190 sekolah terdampak bencana di Aceh.

“Di Provinsi Aceh terdapat 190 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI AD akibat dampak bencana hidrometeorologi. Khusus di SD Negeri Utue, kami mengerjakan tujuh ruang kelas, dua ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, serta penataan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan Arino, pelaksanaan proyek digarap lewat sistem swakelola tipe II yang memadukan tenaga ahli sipil dengan anggota TNI.

“Kami melibatkan delapan tenaga tukang sipil dan tiga personel TNI yang bekerja bersama agar pembangunan berjalan efektif dan selesai sesuai target,” katanya.

Kepala SD Negeri Utue Suwarni memberikan apresiasi atas metode pembangunan yang tetap membolehkan aktivitas pembelajaran berlangsung.

“Alhamdulillah, kami tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain. Pekerjaan dilakukan bertahap, sehingga ruang yang masih layak dapat digunakan untuk belajar. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan,” ujarnya.

Melalui sinergi Kemendikdasmen, pemerintah daerah beserta TNI AD, pemulihan sekolah di Aceh diharap bukan cuma membenahi gedung yang roboh, melainkan juga menyediakan kembali tempat belajar yang aman serta tenang bagi ribuan murid setelah bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index