Kabar Ekonomi: Dari Transparansi MSCI hingga Isu PHK Otomotif

Kabar Ekonomi: Dari Transparansi MSCI hingga Isu PHK Otomotif
MSCI merilis hasil tinjauan aksesibilitas pasar global termasuk Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Ada sejumlah informasi ekonomi menarik yang berlangsung pada Selasa (23/6) kemarin, dan dapat disimak kembali saat ini.

Kabar menarik tersebut dimulai dari ulasan MSCI seputar pembenahan transparansi pasar modal Indonesia, sampai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) pada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur.

Penyedia indeks global MSCI mengapresiasi pembenahan transparansi yang telah dideklarasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Apresiasi itu meliputi perbaikan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, pengelompokan investor yang lebih detail, penerapan sistem High Shareholders Concentration (HSC), serta rencana strategis untuk menaikkan syarat free float minimal jadi 15 persen.

Perusahaan kepunyaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yakni PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) akan segera melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa Indonesia.

Badan usaha tersebut mematok harga penawaran awal (book building) untuk para pemodal sebesar Rp135-Rp170 per lembar saham, seturut transparansi informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardee mengutarakan bahwa depresiasi rupiah harus disikapi dengan memperkokoh proteksi finansial individual.

“Pelemahan rupiah perlu direspons dengan penguatan ketahanan keuangan pribadi, bukan dengan perpindahan aset secara ekstrem,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejenis pertamax bakal merosot pada Juli, mengikuti koreksi harga minyak global.

“Mestinya, awal Juli ini pertamax akan diturunkan harganya,” ujar Fahmy ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengemukakan masih terdapat proses perundingan antara serikat pekerja dengan manajemen terkait risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur.

Said Iqbal kala dijumpai di tengah agenda Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa, menyebutkan ada sekitar 4.000 buruh di Pasuruan dan Mojokerto, Jatim yang terancam PHK akibat rencana dua korporasi komponen otomotif merelokasi jalur produksinya dari Indonesia ke Vietnam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index