Aliansi Masyarakat Lampung Demo Minta Program MBG Tak Dihentikan

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:22:05 WIB
warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Mendukung Makan Bergizi Gratis, menggelar aksi di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung. (FOTO:NET)

JAKARTA - Sekelompok massa yang menyatu dalam Aliansi Masyarakat Lampung Mendukung Makan Bergizi Gratis (AMAL MBG) melangsungkan aksi unjuk rasa di Kota Bandar Lampung, Senin (22/6/2026).

Mereka turun langsung ke jalan raya guna menyuarakan bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berstatus sebagai salah satu program andalan dari Presiden Prabowo Subianto.

Barisan massa melakukan aksi berjalan kaki di sepanjang kawasan Jalan Raden Intan sebelum akhirnya memusatkan diri di area Bundaran Tugu Adipura.

Sebagian besar dari peserta aksi memakai baju serba putih serta membawa bermacam-macam bentangan spanduk yang memuat tulisan dukungan untuk program tersebut.

Beraneka poster dengan tulisan "Pak Prabowo Jangan Stop MBG", "MBG Membuka Lapangan Kerja", hingga "Makanan Bergizi Membuat Anak Cerdas" kelihatan menghiasi jalannya agenda aksi tersebut.

Sejumlah ibu rumah tangga pun kedapatan ikut membawa beraneka perkakas memasak layaknya kuali, panci, serta centong nasi.

Hal tersebut dihadirkan sebagai simbolis atas dukungan mereka terhadap keberlanjutan dari pelaksanaan program penyediaan makanan kaya gizi bagi anak-anak.

Koordinator Lapangan Aksi, Maradoni, mengutarakan bahwa program MBG bukan cuma menyalurkan dampak positif bagi masyarakat penerima bantuan saja, melainkan ikut berimbas baik untuk sektor pertanian serta roda perputaran ekonomi warga.

"Pada prinsipnya kami mendukung penuh program Presiden Prabowo, termasuk MBG. Kami merasakan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat, terutama petani. Komoditas seperti jagung, padi, singkong, buah-buahan hingga sayuran kini terserap untuk kebutuhan program MBG," kata Maradoni, Senin (22/6).

Sesuai dengan pandangannya, para petani di daerah Lampung sudah mulai memetik keuntungan dari melonjaknya tingkat permintaan hasil tani lokal yang dialokasikan demi menyokong bergulirnya program tersebut.

"Kebijakan yang berpihak pada produksi lokal membuat harga sejumlah komoditas menjadi lebih baik. Karena itu masyarakat, khususnya petani, berharap program ini terus berlanjut," jelasnya.

Maradoni pun turut memberikan ajakan bagi segenap elemen masyarakat untuk menanggapi bermacam polemik seputar MBG secara arif dan tidak menjadikannya dasar untuk menyetop program yang dinilai menyalurkan dampak kemanfaatan yang luas bagi warga.

"Kalau ada persoalan dalam pelaksanaannya, mari diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku tanpa mengorbankan program yang manfaatnya dirasakan banyak orang," ucapnya.

Pada momen yang sama, seorang peserta aksi bernama Indra memberikan penegasan bahwa program MBG adalah salah satu dari agenda prioritas berskala nasional yang dari awal sudah melekat dalam visi milik Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan penilaiannya, program MBG mengantongi target yang strategis demi mendongkrak mutu kualitas sumber daya manusia sekaligus memicu tingkat kesejahteraan masyarakat luas.

"Program MBG merupakan janji yang disampaikan kepada masyarakat dan mendapat legitimasi melalui proses demokrasi. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kualitas generasi muda dan kesejahteraan rakyat," kata Indra.

Ia berpendapat bahwa bermacam kritikan serta rumor yang tengah berembus semestinya dijadikan sebagai materi evaluasi demi membenahi jalannya program, bukan malah dijadikan dasar untuk menghentikan program tersebut.

"Jika ada dugaan penyimpangan, biarkan aparat penegak hukum bekerja. Programnya tetap harus berjalan karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat," ujarnya.

Indra pun turut menyoroti perihal kabar miring dugaan praktik transaksi jual beli titik lokasi dapur MBG yang akhir-akhir ini menyedot atensi dari publik luas.

Sesuai pandangannya, indikasi tersebut wajib diusut dengan tuntas secara terbuka supaya tidak menodai maksud luhur dari program itu.

"Kami mendukung penegakan hukum jika memang ditemukan pelanggaran. Semua elemen masyarakat, akademisi, aktivis, dan pemerintah harus ikut mengawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dan program ini tetap berjalan sesuai tujuannya untuk rakyat," ungkapnya.

Terkini