Gugur Dramatis di 16 Besar, Pemerintah dan EFA Tetap Bangga Mesir

Rabu, 08 Juli 2026 | 18:57:01 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.(FOTO:NET)

ATLANTA - Hasil minor yang mendera tim nasional Mesir dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak meruntuhkan kebanggaan Pemerintah maupun Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) atas perjuangan The Pharaohs.

Langkah bersejarah Mesir terpaksa terhenti usai ditumbangkan dengan skor 2-3 oleh sang juara bertahan Argentina di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB.

Sempat unggul dua gol terlebih dahulu, gawang Mesir pada akhirnya terbobol tiga kali dalam kurun waktu 14 menit menjelang selesainya laga.

Lionel Messi sanggup menyamakan kedudukan pada menit ke-83 sebelum Enzo Fernandez melesakkan gol kemenangan untuk Argentina pada babak injury time.

Kendati begitu, berjalannya laga tersebut diwarnai oleh kontroversi yang memantik protes keras dari kubu Mesir.

Melansir laporan dari Al Jazeera, beberapa keputusan wasit Francois Letexier menjadi sorotan utama, termasuk dianulirnya gol dari Mostafa Ziko setelah dilakukan peninjauan Video Assistant Referee (VAR).

Pada menit-menit krusial menjelang pertandingan berakhir, sejumlah pelanggaran yang dinilai dikerjakan oleh pemain Argentina juga disebut luput dari pantauan wasit.

Walaupun papan skor akhir Argentina vs Mesir berujung dengan angka 3-2, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi tetap memberikan sokongan moral penuh untuk tim nasionalnya.

Lewat akun resminya di media sosial X, El-Sisi mengutarakan rasa terima kasih atas kerja keras Mohamed Salah dan kawan-kawan sepanjang turnamen berlangsung.

"Kami bangga kepada kalian dan pencapaian yang telah diraih. Masa depan yang lebih cerah menanti kalian," tulis El-Sisi, seperti dikutip Al Jazeera.

Penghargaan serupa sebelumnya telah dilayangkan oleh Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).

Melalui akun resminya, EFA memaparkan bahwa para pemain telah memperlihatkan rasa tanggung jawab yang besar selama merumput di Piala Dunia 2026.

"Kalian telah menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa. Kami bangga kepada kalian. Terima kasih untuk segalanya," tulis EFA.

Kendati gagal melaju ke babak perempat final, Mesir tetap mengukir sejarah baru setelah sebelumnya berhasil menembus babak 16 besar dan menumbangkan Australia pada fase gugur.

Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, tensi laga meroket pada 15 menit terakhir pertandingan.

Di samping gol Ziko yang dianulir oleh VAR, pihak Mesir juga melayangkan protes atas sejumlah keputusan lain yang dinilai menguntungkan skuad Argentina.

Pelatih Hossam Hassan bahkan diganjar kartu kuning ketika melontarkan protes dari pinggir lapangan.

Dalam salah satu momen yang ikut disorot Al Jazeera, Hassan sempat menyilangkan kedua tangannya hingga membentuk huruf "X".

Sinyal tangan tersebut merupakan tanda resmi dalam protokol antirasisme FIFA untuk mengadukan adanya dugaan aksi rasis.

Menurut laporan tersebut, gestur itu semestinya mendorong wasit untuk menghentikan laga sejenak demi memproses laporan yang masuk.

Namun, pertandingan tetap digulirkan hingga peluit panjang tanda laga usai ditiupkan.

Hingga saat ini, masih belum ada klarifikasi resmi yang dirilis oleh pihak FIFA mengenai insiden tersebut.

Di dunia maya, gelombang dukungan terus mengalir untuk timnas Mesir.

Banyak suporter berpandangan para pemain tetap sangat pantas memperoleh apresiasi atas keberhasilan mereka menembus babak 16 besar, yang menjadi salah satu capaian terbaik bagi Mesir di kancah Piala Dunia.

Laporan Al Jazeera turut mengabarkan bahwa warga Palestina ikut menyuarakan dukungan mereka bagi Mesir.

Sebelumnya, Hossam Hassan sempat membawa bendera Palestina ke dalam arena lapangan saat merayakan kemenangan atas Australia pada babak terdahulu.

Hassan juga mempersembahkan kemenangan tersebut secara khusus bagi rakyat Mesir dan Palestina.

Seusai tersisih dari turnamen Piala Dunia, Mohamed Salah beserta rekan-rekannya tetap memperoleh sambutan yang hangat sewaktu kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Menurut laporan Al Jazeera, para pendukung setia menanti di luar hotel sambil mengibarkan bendera Mesir dan memberikan penghormatan kepada tim yang mereka anggap tetap pulang sebagai pahlawan kendati gagal melangkah ke babak perempat final.

Terkini