Kemenpar Dorong Pariwisata Nagan Raya Masuk Kharisma Event Nusantara

Kemenpar Dorong Pariwisata Nagan Raya Masuk Kharisma Event Nusantara
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rosalin Petrina Cristianti

JAKARTA – Kementerian Pariwisata RI mendorong pariwisata di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, masuk dalam kegiatan kalender nasional Kharisma Event Nusantara tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi destinasi lokal ke level yang lebih bergengsi dan dikenal luas secara global. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat di wilayah berjuluk Bumi Rameune tersebut merupakan sinyal kuat bahwa potensi kebudayaan di sana memiliki nilai jual yang layak dikompetisikan di panggung nasional.

Program kolaborasi ini menitikberatkan pada proses kurasi yang cukup ketat dari puluhan provinsi guna memastikan setiap agenda yang dipublikasikan memiliki dampak ekonomi nyata. Keinginan untuk melihat ajang daerah tumbuh secara profesional menjadi motivasi utama di balik pendampingan intensif yang kini mulai diinisiasi oleh otoritas terkait.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana event-event daerah di Kabupaten Nagan Raya ini nantinya bisa naik kelas dan lebih berkualitas," Ujar Rosalin Petrina Cristianti. Kehadiran tim ahli ke Aceh juga menjadi ruang diskusi untuk menyinkronkan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem kepariwisataan yang tangguh dan berkelanjutan.

Dalam peta persaingan saat ini, daerah diminta untuk lebih jeli dalam membedah identitas lokal yang tidak dimiliki oleh wilayah lainnya di Indonesia. Dengan pemetaan yang akurat, setiap pementasan seni maupun festival budaya dapat dikelola dengan standar manajemen acara yang mumpuni guna menarik minat investor serta pelancong lintas negara.

Saat ini, beberapa agenda besar di Aceh memang telah berhasil mencatatkan namanya dalam kalender tahunan nasional:

Aceh Ramadan Festival.

Aceh Culinary Festival.

Banda Aceh Colossal Coffee Experience.

Pencapaian tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi Nagan Raya untuk segera merumuskan konsep orisinal yang mampu bersaing dengan dominasi kegiatan dari wilayah lainnya. Penekanan pada keaslian budaya setempat dipandang sebagai kunci utama untuk menembus seleksi administratif maupun substansi dalam program unggulan kementerian.

"Kita harus kenali dulu potensi ekonomi kreatif dan kebudayaan unik yang hanya ada di Nagan Raya. Itu yang akan kita kemas dalam penyelenggaraan event," Ujar Rosalin Petrina Cristianti. Pemanfaatan tenaga profesional dalam eksekusi lapangan juga disebut sebagai faktor krusial untuk menjamin kepuasan pengunjung selama kegiatan berlangsung di lokasi.

Kunjungan silaturahmi yang terlaksana pada Rabu, 22 April 2026 ini memberikan harapan baru bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut. Jika Nagan Raya berhasil masuk dalam daftar nasional, perputaran uang melalui kunjungan wisatawan dipastikan akan meningkat pesat dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa.

Optimisme ini harus dibarengi dengan komitmen tinggi dari Dinas Pariwisata setempat untuk terus berinovasi dalam mengemas narasi daerah secara menarik. Konsistensi dalam menjaga kualitas pertunjukan akan menentukan apakah sebuah festival hanya menjadi seremoni sesaat atau mampu bertransformasi menjadi identitas permanen kebanggaan masyarakat Aceh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index