Putin Usul Transfer Uranium Iran ke Rusia dalam Pertemuan dengan Xi

Putin Usul Transfer Uranium Iran ke Rusia dalam Pertemuan dengan Xi
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Sumber: NET)

MOSKOW - Juru bicara istana Kremlin Dmitry Peskov memaparkan bahwa pihak Teheran serta Washington semestinya mendiskusikan rencana yang disodorkan oleh Moskow terkait pemindahan komoditas uranium hasil pengayaan milik Iran menuju wilayah Rusia.

Saat memberikan keterangan dalam sesi temu media di kota Moskow, Peskov mengutarakan bahwa pihak Amerika Serikat hingga kini belum memberikan lampu hijau atau menerima tawaran tersebut.

Berdasarkan penjelasan Peskov, Pemimpin Rusia Vladimir Putin sempat membedah draf usulan itu bersama Pemimpin China Xi Jinping dalam sebuah sesi dialog yang berlangsung secara rahasia.

"Mereka membahas Iran selama pertemuan di jamuan minum teh. Dia (Putin) membagikannya (gagasan tersebut)," kata juru bicara Kremlin itu.

Peskov enggan memberikan informasi lebih mendalam terkait isi pembicaraan, seraya menyatakan: "Justru karena itulah percakapan tersebut diadakan secara tertutup."

Pada kesempatan yang berbeda ketika memberikan tanggapan mengenai situasi Kuba, Peskov menilai aksi isolasi atau blokade ekonomi yang dilancarkan oleh AS terhadap negara kepulauan itu memicu dampak yang sangat buruk bagi kehidupan masyarakat sipil.

"Blokade terhadap pulau itu sendiri belum pernah terjadi sebelumnya dan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat bagi rakyat biasa yang tinggal di sana," katanya.

"Tentu saja, 'pamer kekuatan' lebih lanjut dalam bentuk armada ini dan sebagainya hanya akan memperburuk situasi bagi penduduk pulau tersebut," tambahnya.

Merespons tudingan yang diarahkan oleh pihak AS kepada eks Pemimpin Kuba Raul Castro, Peskov menggarisbawahi bahwa Moskow berdiri pada posisi menentang segala bentuk metode intimidasi serta pemaksaan terhadap para figur politik senior dunia.

"Kami percaya bahwa dalam keadaan apa pun metode seperti itu, yang berbatasan dengan metode kekerasan, tidak boleh diterapkan kepada para pemimpin negara tertinggi saat ini atau mantan pemimpin. Bahkan, ini bukan pertama kalinya kami melihat hal ini. Kami tidak menyetujui hal ini," katanya.

"Kami percaya bahwa tekanan yang diberikan kepada Kuba tidak dapat dibenarkan," tambahnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index