Kepercayaan Publik kepada Polri Naik, GIC Sebut Jadi Aset Berharga

Senin, 29 Juni 2026 | 14:38:01 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (FOTO:NET)

JAKARTA - Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC) Febri Wahyuni Sabran memberikan pernyataan bahwasanya dalam periode kepemimpinan Prabowo-Gibran yang sedang merancang basis kepercayaan masyarakat nasional, sokongan dari institusi Polri yang dipercaya oleh warga merupakan suatu instrumen berharga yang tidak ada bandingannya.

"Kepolisian yang dipandang positif oleh mayoritas publik dapat menjadi perekat sosial efektif, terutama di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai ketegangan dan perbedaan pendapat tajam antara pemerintah dan kelompok-kelompok kritis di masyarakat," tutur Febri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan guna menyikapi perolehan jajak pendapat Litbang Kompas yang memperlihatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyentuh angka 82,4 persen dan sebanyak 80,6 persen responden menilai kinerja Polri kian menunjukkan perbaikan.

Oleh karena itu, menurut pandangannya, kenaikan angka kepercayaan publik ini menjadi modal sosial yang wajib dipelihara, diperkuat, serta disatukan oleh Polri mengingat kedudukannya sebagai penyambung antara institusi keamanan negara dengan masyarakat yang diayominya.

Dalam ruang lingkup Indonesia yang sedang melewati periode peralihan tampuk kepemimpinan serta menjumpai bermacam tantangan sosial-politik, ia menganggap fungsi Polri selaku pengendali situasi, pelindung demokrasi, serta mitra masyarakat menjadi semakin krusial dan tidak bisa digantikan.

Maka dari itu, Febri menilai kenaikan kinerja Polri menjadi penanda positif yang memperlihatkan bahwa Korps Bhayangkara telah berhasil menempuh jalur perbaikan diri secara nyata dan presisi di pandangan publik.

Di samping hal itu, ia mengutarakan bahwa tingginya persentase kepercayaan publik kepada Polri menyumbang legalitas sosial yang kuat bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Legitimasi ini bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses reformasi yang konsisten, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai lapisan," ungkapnya.

Selaku representasi dari lingkaran masyarakat sipil, dirinya berpandangan bahwa pencapaian tersebut mempunyai korelasi yang sangat nyata, di mana kesuksesan transformasi Polri dalam pandangan publik membuka kesempatan yang kian luas bagi penguatan sinergi antara polisi dan warga dalam menjaga ketertiban serta keamanan secara menyeluruh.

Dirinya memberikan penekanan bahwa rasa percaya merupakan modal sosial yang paling bernilai dalam ikatan antara jajaran keamanan dengan warga yang dilayaninya.

"Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit merupakan tulang punggung dalam menjaga stabilitas masyarakat dan negara," ujar Febri.

Ia menggarisbawahi rasa optimisme dirinya bahwa Polri telah menunjukkan mutunya selaku institusi yang mampu menjadi pilar utama keseimbangan warga serta negara secara berkesinambungan.

Sudut pandang tersebut, ucapnya, menggambarkan harapan masyarakat sipil terhadap Polri selaku rekanan yang strategis, bukan sekadar instrumen otoritas yang mempunyai sifat menekan.

Febri menjabarkan tatkala rasa percaya publik tumbuh secara organik melalui pembenahan yang konkrit, maka kans kolaborasi antara pihak kepolisian dan elemen warga dalam menjaga stabilitas nasional bakal berjalan jauh lebih masif serta kian bernilai bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), mengacu pada pandangannya, telah bertransformasi menjadi rancangan induk utama dalam perbaikan internal Polri di bawah arahan Kapolri.

Ia mengimbuhkan bahwa kerangka berpikir tersebut dirancang demi menggeser Polri dari instrumen yang karakternya reaktif menjadi instrumen yang proaktif, dari yang mulanya tertutup menjadi terbuka, serta dari yang sebatas menegakkan aturan menjadi penegak keadilan yang sejati.

"Capaian survei Litbang Kompas menjadi validasi empiris bahwa konsep ini tidak hanya berdiam di tataran gagasan, tetapi telah menghasilkan perubahan yang dirasakan nyata oleh masyarakat luas," tuturnya.

Terkini