JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penegasan mengenai komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendongkrak alokasi anggaran riset, terutama untuk jenis penelitian yang menyumbang dampak konkret terhadap aneka problematika di Indonesia semisal tata kelola sampah serta pemenuhan sektor energi.
Tatkala merespons pertanyaan awak media pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta pada Minggu, Mensesneg Prasetyo menjabarkan bahwasanya Presiden Prabowo telah menginstruksikan penambahan dana riset berkisar Rp4 triliun.
Penyusunan peta jalan penelitian tersebut disatukan lewat langkah penyelarasan antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Jadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design," kata Mensesneg.
Prasetyo memaparkan rencana induk haluan penelitian Indonesia ialah yang disasarkan sanggup memberikan kontribusi instan untuk masyarakat, termasuk meredam problematika yang muncul di lapisan bawah seperti persoalan sampah dan kedaulatan energi.
"Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG. Riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," kata Prasetyo menambahkan.
Pada kesempatan tersebut Mensesneg juga mengemukakan bahwasanya sewaktu bertukar pikiran dengan para rektor serta kalangan akademisi di Sarasehan Kebangsaan, Presiden Prabowo mengajak segenap perguruan tinggi dan pakar di dalamnya untuk bahu-membahu memajukan negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada Minggu menyudahi Sarasehan Kebangsaan KSTI dan menekankan bahwasanya kemajuan negara membutuhkan peran serta dari seluruh elemen masyarakat, utamanya dalam menyikapi dinamika global yang dipengaruhi kebaruan sains dan teknologi.
"Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kami bersama, untuk survival kami, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara pun memacu perguruan tinggi di Indonesia supaya memaksimalkan peran strategisnya selaku pusat penyederhanaan ilmu pengetahuan, inovasi, dan jalan keluar dalam menyikapi pergeseran global yang dipicu oleh percepatan sains dan teknologi.